Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2025 Capai 5,21 Persen, Unggul dari Nasional
Sumber Foto: Wartakotalive.com
Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2025 Capai 5,21 Persen, Unggul dari Nasional

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,21 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 dimana melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,11 persen.

Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional juga tetap signifikan, yakni mencapai 16,61 persen.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen kota, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang melampaui rata-rata nasional adalah buah dari kolaborasi. Pemerintah hadir menjaga iklim usaha, dunia usaha bergerak menciptakan nilai tambah, dan warga tetap percaya serta aktif berpartisipasi dalam perekonomian kota,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Sepanjang 2025, hampir seluruh lapangan usaha di Jakarta mencatatkan pertumbuhan positif.

Tiga sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,33 persen,

Transportasi dan Pergudangan 8,69 persen, serta Jasa Lainnya 8,46 persen.

Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih didominasi konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80 persen.

Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang 33,79 persen, sementara konsumsi pemerintah sebesar 13,20 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jakarta semakin menguat pada Triwulan IV-2025 dengan laju 5,71 persen secara tahunan (year on year).

Pada periode ini, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 8,40 persen, Jasa Lainnya 8,32 persen, serta Jasa Perusahaan 8,11 persen.

Menurut Pramono, kinerja positif pada akhir tahun tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong aktivitas ekonomi dan menjaga keberlangsungan usaha.

“Kami mendorong stimulus di periode akhir tahun untuk memastikan roda ekonomi tetap berputar dan lapangan kerja terjaga,” katanya.