Pemprov Papua Tengah Bangun Akademi Komunitas di Nabire untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat
Sumber Foto: Tribunpapuatengah.com
Lifestyle

Pemprov Papua Tengah Bangun Akademi Komunitas di Nabire untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat

Ringkasan Berita: 1. Pemprov Papua Tengah bakal bekerja sama dengan BRIN untuk melakukan penelitian mendalam.

2. Program ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Meki Nawipa dalam meletakkan pondasi SDM yang kuat bagi generasi Papua Tengah hingga 100 tahun ke depan.

3. Sebelumnya, Gubernur Meki telah menginisiasi program Sekolah Sepanjang Hari (SSH), pemberian laptop gratis, serta kebijakan sekolah gratis di wilayah tersebut.

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Pemprov Papua Tengah siap mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pendidikan vokasi sebagai fondasi pembangunan daerah.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dalam talk show satu tahun kepemimpinannya yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, kompleks Bandara Lama, Nabire, Jalan Sisingamangaraja, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire pada, Jumat (20/2/2026).

Meki mengatakan, pembangunan akademi komunitas akan dilaksanakan pada tahun ini di Kabupaten Nabire merupakan ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Sementara tujuan daripada pembangunan akademik ini untuk mencetak tenaga kerja terampil yang mandiri dan relevan dengan kebutuhan lokal.

​Menurut dia, pendidikan vokasi merupakan jalur krusial bagi kemajuan Papua Tengah karena, fokus utama bukan sekadar mencetak lulusan dengan gelar akademik tinggi, melainkan individu menguasai keterampilan praktis yang siap pakai di lapangan.

​​kemudian, untuk mendirikan akademi komunitas sangat dibutuhkan kajian benar agar penerapan program di lapangan maksimal.

"Untuk itu, saya sudah perintahkan Kepala Dinas Sosial agar mengundang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Papua Tengah, dan melakukan penelitian mendalam sesuai dengan budaya dan karakter daerah kita sendiri," kata Meki dalam video diperoleh TribunPapuaTengah com, Sabtu (21/2/2026).

​Lanjut Meki, akademi Komunitas yang bakal dibangun di Nabire bakal memiliki desain inklusif sebab bukan hanya diperuntukkan bagi mereka dianggap paling cerdas secara akademis, melainkan bagi siapa saja yang ingin menjadi ahli dalam kehidupannya sendiri.

​"Target kita adalah bagaimana mereka bisa ahli. Artinya dengan akademi komunitas, masyarakat bisa belajar membuat speedboat, atau menjadi pemandu wisata, maupun keterampilan praktis lainnya. Jadi kita akan mulai tahun ini," ujarnya.

​​Sebagai provinsi baru menurut Meki, Papua Tengah memiliki tantangan besar dalam menyusun struktur sosial dan ekonomi.

Namun itu bukan halangan, karena dia meyakini, konsistensi dalam membangun SDM di setiap tingkatan adalah kunci utama agar Papua Tengah bisa bersaing di masa depan.

​"Untuk itu provinsi baru harus meletakkan pondasi yang kuat. Ini adalah janji kita kepada masyarakat, sebab dengan pondasi kokoh hari ini, kita memastikan bahwa 100 tahun ke depan, anak dan cucu kita dapat melanjutkan pekerjaan besar ini dengan bekal keahlian yang mumpuni," pungkasnya.

Sekedar informasi, sebelum merencanakan pembangunan akademi komunitas di Nabire, Gubernur Meki juga sangat fokus pada peningkatan sektor pendidikan.

Atas hal itu, maka Meki telah menerapkan sekolah sepanjang hari (SSH), pemberian laptop gratis pada para siswa SMA, penerapan sekolah gratis dan lain sebagainya di Papua Tengah. (*)