Pemprov Maluku Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Kemandirian Pangan
Sumber Foto: ANTARA News
Ekonomi

Pemprov Maluku Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Kemandirian Pangan

Sentris Media - waktu baca 3 menit

pala dan cengkeh kembali dipetakan sebagai produk andalan yang menjadi kekuatan historis dan ekonomi Maluku, disusul kelapa dan kakao yang berpeluang tinggi dikembangkan melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi

Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku melakukan hilirisasi komoditas unggulan daerah sebagai strategi utama mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani di wilayah kepulauan itu.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Pertanian Tahun 2026 di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Jumat, mengatakan swasembada pangan menjadi salah satu prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden, khususnya pada poin kedua tentang kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

“Swasembada pangan tidak boleh dimaknai semata-mata beras sebagai pangan utama. Kita harus mendorong penguatan pangan lokal untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Maluku,” kata dia.

Menurut dia, kebijakan tersebut sejalan dengan Sapta Cita Pemerintah Provinsi Maluku, terutama dalam agenda penurunan kemiskinan dan pengangguran melalui pertumbuhan ekonomi berbasis hilirisasi komoditas unggulan.

Ia menyebutkan sejumlah komoditas pangan lokal potensial yang perlu terus dikembangkan, antara lain sagu, ubi kayu, sukun, hotong, dan jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif masyarakat Maluku.

“Pembangunan pertanian harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan lintas kabupaten/kota menjadi kunci untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan program berjalan efektif,” tuturnya.

Gubernur menjelaskan tanaman sagu memiliki potensi besar di Maluku dengan luas areal sekitar 36 ribu hektare, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Timur yang memiliki sekitar 34 ribu hektare lahan sagu.

“Kami mengusulkan dukungan bantuan infrastruktur dan pengolahan sagu untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Hilirisasi sagu di Seram Bagian Timur diharapkan dapat masuk sebagai Proyek Strategis Nasional dan saat ini sedang berproses di Bappenas. Selain itu, pada 2026 Maluku juga memperoleh alokasi hilirisasi komoditas kelapa dalam dan pala yang akan dikembangkan melalui PTPN I Regional VIII di Kabupaten Maluku Tengah, serta pengembangan ayam terintegrasi di sejumlah kabupaten/kota.

Sementara itu, terdapat sejumlah komoditas unggulan strategis yang terus dikembangkan di daerah itu.

“Pada sektor perkebunan, pala dan cengkeh kembali dipetakan sebagai produk andalan yang menjadi kekuatan historis dan ekonomi Maluku, disusul kelapa dan kakao yang berpeluang tinggi dikembangkan melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi,” katanya.

Menurut Gubernur, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi perhatian dalam Rakor tersebut, terutama dalam menjamin ketersediaan dan pasokan bahan pangan di masing-masing daerah.

Ia berharap melalui Rakor Pembangunan Pertanian 2026 dapat dirumuskan kebijakan yang memperkuat pangan lokal dan mempercepat hilirisasi komoditas unggulan sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian pangan di Maluku.

Baca juga: Unpatti lakukan riset pengembangan sumber daya kemandirian pangan

Baca juga: Bapanas bahas tingginya harga komoditas pangan di Indonesia Timur

Baca juga: BRMP fokus pemetaan komoditas unggulan untuk kemandirian Maluku

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis

Editor: Faisal Yunianto

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.