Pemprov Banten Gelar Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga Sembako
SATELITNEWS.COM, SERANG – Tidak terkendalinya harga sembilan bahan pokok (Sembako) disemua pasar di Provinsi Banten langsung direspons Pemprov Banten. Rencananya, pemerintah bakal melakukan operasi pasar (OP) secara massif agar harga sembako kembali stabil.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan mengani adanya kenaikan harga sembako dan komoditas lain disemua pasar tradisional di Provinsi Banten. Terkait hal itu, pihaknya sudah membuat beberapa skema untuk menekan harga agar kembali stabil.
Salah satu upaya yang paling mungkin dilakukan untuk menekan kenaikan harga itu dengan melaksanakan OP di semua wilayah di Banten. Dengan begitu, harga sembako dan komoditas lain bisa dikendalikan dan tidak terjadi kenaikan secara signifikan.
“Kita siapkan operasi pasar di titik-titik strategis di Provinsi Banten. Pasar murah ini merupakan salah satu solusi pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat karena kenaikan harga sembako,” katanya, Kamis (19/2/2026).
Dimyati mengatakan, operasi pasar atau pasar murah yang dilakukan Pemprov Banten bisa menjadi pemicu stabilitas harga. Namun, dia juga meminta kepada pemerintah kabupaten/kota bisa melakukan hal yang sama, agar harga bisa dikendalikan.
“Tentunya kita akan lakukan operasi pasar, pasar murah. Pemerintah daerah di kabupaten/kota juga harusnya bisa melakukan operasi pasar,” tambahnya.
Dimyati memastikan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dan pemantauan harga ke semua pasar di Provinsi Banten. Tujuannya, untuk mengetahui perkembangan harga secara berkala sekaligus dalam upaya menekan harga dipasaran.
“Kita lakukan deteksi dini penimbunan, kita juga terjunkan tim ke pasar-pasar tradisional untuk mengetahui perkembangan harga secara berkala,” pungkasnya.
Dimyati memastikan, Pemprov Banten akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah adanya kenaikan harga secara berlebihan. Tindakan itu harus dilakukan agar tidak membebani masyarakat selama bulan Ramadan dan tetap bisa beribadah dengan baik.
“Kita fokus untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan mencegah kenaikan harga berlebih. Supaya dibulan Ramadan ini, masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani oleh kenaikan harga,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan Provinsi Banten kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar di Banten, Selasa (17/2/2026). Hasilnya, harga cabai merah keriting masih tinggi, yaitu Rp100 ribu per kilogram.
Ketua Satgas Pangan Polri Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Zain Dwi mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya karena ada laporan terjadi lonjakan kenaikan harga cabai merah keriting, yaitu mencapai Rp100 ribu.
“Kita lakukan sidak karena sehari sebelumnya ada komoditas pangan yaitu cabai merah keriting yang harganya mencapai 100.000 per kilogram. Makanya kita upayakan sidak untuk mengetahui kondisi stok dan harga saat ini baik di pasar induk Tanah Tinggi maupun di pasar Anyer,” pungkasnya.
Dia mengatakan, dari hasil pemantauan, diketahui distribusi dan pasokan bahan pokok masih aman serta harga masih dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP), kecuali cabai rawit merah di Pasar Induk Tanah Tinggi Rp 85.000 per kilogram atau mengalami penurunan harga.
Sedangkan di Pasar Anyar harga cabai merah keriting masih tinggi, yaitu Rp100.000 per kilogram. Masih tingginya harga cabai dipengaruhi oleh distribusi karena faktor cuaca meskipun sudah membaik seiring dengan menurunnya curah hujan.
“Karena salah satu faktor yang menjadi masalah adalah kegiatan panen terhambat disamping hujan yang menyebabkan petani cabe enggan memanen khawatir rusak tanamannya dan hasil panennya, buruh petik juga libur panjang,” katanya. (adib)




