Pemerintah Perkuat Daya Saing Nasional Lewat Tiga Sektor Pertumbuhan Ekonomi
Sumber Foto: beritajatim.id
Nasional

Pemerintah Perkuat Daya Saing Nasional Lewat Tiga Sektor Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta (beritajatim.id) – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendekatan tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Komitmen ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam dialog bersama mahasiswa dan alumni Departemen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Dalam forum tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah mengadopsi pendekatan teknis dalam mengelola ekonomi nasional, dengan menyeimbangkan akselerasi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Airlangga menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut akan dicapai dengan memperkuat sektor-sektor penggerak utama, khususnya industri manufaktur, energi dan teknologi masa depan, serta sektor konstruksi. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan berkaitan erat dengan pengembangan riset serta kualitas SDM.

Kinerja Ekonomi Tetap Solid

Hingga akhir 2025, kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang stabil dan positif. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen. Stabilitas makroekonomi juga tercermin dari inflasi yang terjaga di kisaran 3,55 persen secara tahunan, neraca perdagangan yang mencatat surplus dalam beberapa tahun terakhir, serta cadangan devisa yang mencapai sekitar 156 miliar dolar AS.

Capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam melanjutkan agenda transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang.

Tiga Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Dalam kerangka transformasi tersebut, pemerintah mengusung konsep tiga mesin pertumbuhan ekonomi (three engines of growth). Mesin pertama difokuskan pada penguatan industri manufaktur dan industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta industri otomotif, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Industri tekstil dinilai tetap relevan karena kebutuhan global yang terus meningkat sekaligus berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja.

Mesin kedua diarahkan pada pembangunan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi. Pemerintah mendorong penguatan digitalisasi, kecerdasan buatan, bioteknologi, hingga semikonduktor, dengan penekanan pada investasi riset dan pengembangan (R&D). Langkah ini bertujuan memperkuat rantai nilai industri agar pertumbuhan ekonomi tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata, melainkan pada penguasaan teknologi dan inovasi.

Airlangga menekankan pentingnya pendekatan kurva inovasi atau S-Curve dalam pembangunan ekonomi, di mana investasi riset menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing produk nasional di masa depan.

Sementara itu, mesin ketiga menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pemerintah mendorong penguatan keterampilan tenaga kerja melalui penyiapan ratusan ribu tenaga terampil, sekaligus pengembangan ekosistem ekonomi baru seperti gig economy dan ekonomi kreatif, terutama bagi generasi muda dan mahasiswa.

Ketahanan Pangan dan Stabilitas Nasional

Selain tiga mesin pertumbuhan tersebut, pemerintah juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi nasional. Penguatan produksi pangan dalam negeri terus dilakukan melalui pengembangan kawasan pangan serta peningkatan produktivitas pertanian, guna memastikan ketersediaan pangan di tengah potensi krisis global dan gangguan rantai pasok internasional.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terakselerasi tanpa mengorbankan stabilitas, sekaligus mampu menjawab tantangan global melalui industri yang kuat, teknologi maju, dan SDM yang kompetitif. (hen)