Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Inovasi dan Industrialisasi
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penguatan sektor industri, pemanfaatan teknologi maju, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat berdialog bersama mahasiswa dan alumni Departemen Teknik Mesin UGM di Yogyakarta, Jumat 6 Februari 2026 dikutip dari ekon.go.id.
Menko Airlangga mengatakan, Pemerintah Komit mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui Pendekatan pembangunan untuk memastikan stabilitas makroekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
”Saya akan bicara sedikit bagaimana mengatur ekonomi dengan cara mesin. Waktu penanganan Covid, kebijakan yang di dorong adalah gas dan rem. Nah, Itu sangat teknis, tapi disampaikan secara nasional. Sekarang kita bicara tiga mesin pertumbuhan ekonomi, dan pendekatan itu tetap sama, bagaimana mengatur akselerasi tanpa mengorbankan stabilitas,” tutur Menko Airlangga.
Menko Airlangga menargetkan Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut diupayakan melalui penguatan sektor-sektor penggerak utama, khususnya industri manufaktur, energi dan teknologi masa depan, serta konstruksi, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan riset dan keunggulan sumber daya manusia.
Menko Airlangga menyebut, kinerja ekonomi nasional hingga akhir 2025 menunjukkan tren yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5 persen.
“Stabilitas makroekonomi juga tercermin dari inflasi yang terjaga di level 3,55 persen (yoy), neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus beberapa tahun terakhir, serta cadangan devisa yang mencapai sekitar USD156 miliar,” ujarnya.
Menko Airlangga mengungkapkan, dalam transformasi ekonomi, Pemerintah mengusung konsep tiga mesin pertumbuhan ekonomi (three engines of growth). Mesin pertama difokuskan pada penguatan industri manufaktur dan industri padat karya, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta industri otomotif termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Industri tekstil dinilai tetap relevan dan berkelanjutan karena kebutuhan global yang terus meningkat, sekaligus menyerap jutaan tenaga kerja di dalam negeri.
Mesin kedua diarahkan pada pembangunan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi melalui penguatan digitalisasi, kecerdasan buatan, bioteknologi, dan semikonduktor. Pemerintah menekankan pentingnya investasi riset dan pengembangan (R&D) serta penguatan rantai nilai industri, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi semakin bertumpu pada teknologi dan kualitas sumber daya manusia.
gig economy dan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda dan mahasiswa.
Selain itu, Pemerintah juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi nasional. Upaya penguatan produksi pangan dalam negeri terus dilakukan melalui pengembangan kawasan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian, guna memastikan ketersediaan pangan nasional di tengah potensi krisis global dan gangguan rantai pasok internasional.




