Pemantauan Stok Pangan Bulog Teminabuan di Sorong Selatan
Sentris Media - Ringkasan Berita:
Tim Perum Bulog Cabang Teminabuan bersama Pemkab Sorong Selatan mengecek harga bahan pokok di Pasar Kajase, Teminabuan, Kamis (26/2/2026).
Sejumlah komoditas strategis yang dipantau, yakni beras SPHP, minyak goreng, tepung terigu, hingga gula pasir.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Teminabuan R. Susanti Ismail memastikan, ketahanan stok pangan dalam kondisi aman untuk Sorong Selatan dan Maybrat.
Stok komoditas mencukupi kebutuhan hingga tiga sampai empat bulan ke depan.
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Tim Perum Bulog Cabang Teminabuan bersama Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya mengecek harga bahan pokok di Pasar Kajase, Teminabuan, Kamis (26/2/2026).
Rombongan memantau harga sejumlah komoditas strategis, yakni beras SPHP, minyak goreng, tepung terigu, hingga gula pasir.
Di Pasar Kajase terdapat 20 mitra Bulog yang aktif menjual komoditas pangan kepada masyarakat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Teminabuan R. Susanti Ismail memastikan, ketahanan stok pangan dalam kondisi aman buat memenuhi kebutuhan masyarakat di dua kabupaten wilayah kerja, yakni Sorong Selatan dan Maybrat.
Menurutnya, per 25 Februari 2026, stok beras sebanyak 367 ton, terdiri dari beras PSO (subsidi) dan beras premium.
Selanjutnya ada tambahan pasokan sebanyak 250 ton dari Sulawesi Selatan yang dalam proses pembongkaran di gudang Bulog Teminabuan.
"Jadi stok total yang kami punya 867 ton dari kapasitas gudang Cabang Teminabuan sebanyak 1.000 ton," ujar Susanti.
Selain beras, lanjutnya, Bulog Cabang Teminabuan juga memiliki komoditas gula pasir kemasan 50 kilogram sebanyak 49 ton serta 1.440 liter MinyaKITA.
Jarga MinyaKITA, sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
"Stok minyak goreng tersebut dipastikan aman untuk dua bulan ke depan," kata Susanti.
"Ketahanan stok komoditas yang kami kuasai sangat mencukupi kebutuhan hingga tiga sampai empat bulan ke depan."
Susanti menyebut, pihaknya terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Saber Badan Pangan Nasional.




