Peluang Pengembangan Pariwisata di Simalungun Perlu Diteroka
Jakarta - Aktivis Cipayung asal Simalungun mengadakan pertemuan dengan Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, anggota DPR RI, di Kompleks DPR RI, Jakarta pada 28 April 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Simalungun, termasuk isu pungutan liar yang masih marak di daerah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati pentingnya perhatian dari pemerintah pusat dalam menanggulangi praktik pungutan liar yang memberatkan warga. Aktivis Cipayung berharap agar ada langkah tegas dari pemerintah dalam menindak pelaku pungli serta memperbaiki sistem pengawasan di daerah agar masyarakat dapat merasakan keadilan dan kemudahan dalam beraktivitas.
Selain membahas pungutan liar, aktivis juga menyoroti potensi sektor pariwisata di Simalungun yang dinilai belum dikelola dengan baik. Salah satu perwakilan dari Cipayung mengungkapkan, “Simalungun memiliki berbagai destinasi wisata yang belum dikelola secara optimal, baik dari segi infrastruktur maupun promosi.” Hal ini menunjukkan bahwa ada peluang besar untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan pariwisata yang lebih terencana.
Menanggapi aspirasi tersebut, Doli Kurnia Tandjung menyatakan komitmennya untuk mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan, “Selain itu pengawasan di lapangan harus dilakukan oleh anak-anak muda Cipayung. Manfaatkan semua tools yang ada untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam mengawasi dan mendorong transparansi dalam pemerintahan.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi yang lebih baik antara masyarakat dan pemerintah, serta tercipta solusi yang konkret untuk masalah pungutan liar dan pengembangan pariwisata. Sebagai masyarakat, kita harus terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam menangani isu-isu yang ada di daerah kita.




