Nada Fitria Ceritakan Pengalaman Lima Tahun Menjadi Petugas Perpustakaan di Surabaya
Menjalani pekerjaan selama lima tahun bukan perkara singkat. Namun, bagi Nada Fitria (26), peran sebagai petugas perpustakaan justru dijalani dengan rasa senang. Ia menyebut motivasinya sederhana: demi anak-anak dan demi literasi.
Nada berbagi salah satu pengalaman yang paling ia ingat saat melayani pengunjung cilik yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia menirukan pertanyaan seorang anak yang membuatnya tersenyum, “Bu, cacing ini jenis kelaminnya apa? Laki-laki atau perempuan?”
Menanggapi rasa ingin tahu tersebut, Nada memilih mengarahkan anak untuk mencari jawaban melalui bacaan. Ia menyodorkan buku pengetahuan tentang cacing dan meminta anak membaca. “Kamu bisa membaca buku ini, Nak. Tidak berjenis kelamin, semua cacing bisa hamil,” ujarnya sambil terkekeh mengingat momen itu.
Memahami Rasa Ingin Tahu Anak
Menurut Nada, pekerjaannya tidak hanya berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan spontan dari anak-anak, tetapi juga menuntut kemampuan memahami kondisi psikologis mereka. Ia mengaku memiliki cara tersendiri untuk mengenali perasaan anak, salah satunya dengan meminta mereka bercerita tentang keluarga.
Pengalaman tersebut ia jalani selama bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.
Menikmati Pekerjaan, Mengubah Duka Menjadi Suka
Perempuan yang gemar membaca komik itu mengatakan ia senang menjalankan tugasnya. Saat ditanya tentang sisi duka dari pekerjaannya, ia menggeleng. Bagi Nada, hal-hal yang berat bisa dihadapi dengan cara yang lebih ringan. “Dukanya dibuat senang saja,” katanya sambil tersenyum.




