Nada dari Sungai Salebu: Temuan Batu Tua yang Mengungkap Warisan Budaya Majenang Cilacap
CILACAP - Di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebuah penemuan menarik telah membawa kembali kehidupan pada warisan budaya lokal. Deretan batu sungai yang disusun di atas kain putih tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menghasilkan nada-nada yang mengingatkan pada gamelan kuno. Dua pemuda desa duduk bersila, mengetuk batu-batu tersebut dan mendengarkan melodi yang muncul dari tiap ketukan.
Penemuan ini bermula sekitar sebulan lalu ketika pemerhati budaya, Romo Ndaru Kusumo, berkunjung ke rumah seorang warga. Saat itu, ia melihat batu-batu di sungai belakang perumahan yang tampak berbeda dalam bentuk dan warna. Menurut salah satu warga, Ahmad Zaenul, ketertarikan Romo Ndaru terbangun saat ia menyadari bahwa batu-batu tersebut mengandung tembaga.
“Setelah mengetuknya dengan batu lain, ternyata ada bunyi yang keluar, dan nadanya mirip gamelan, bahkan Romo mengatakan mirip dengan yang pernah ia temui di Banjar,” ungkap Ahmad.
Rasa ingin tahu tersebut mendorong Romo Ndaru dan warga lainnya untuk menjelajahi aliran sungai di Dusun Cigadung. Mereka menemukan bahwa masih banyak batu yang berbunyi di wilayah sungai, dengan ukuran yang bervariasi. “Batu-batu ini menunjukkan proses pemangkasan, seolah leluhur kita mencoba membuat alat ini lebih portabel,” jelasnya.
Selama lebih dari sebulan pencarian, warga berhasil menyusun tiga set gamelan batu, meskipun beberapa set lainnya masih belum lengkap. Indra, salah satu penggiat seni, menyatakan, “Alhamdulillah sudah ada tiga set yang bisa dimainkan, meskipun ada yang masih kurang beberapa nada.”
Penemuan ini sangat istimewa bagi masyarakat Desa Salebu karena wilayah tersebut merupakan peralihan budaya Jawa dan Sunda yang kaya akan seni, namun belum pernah menemukan jejak gamelan batu sebelumnya. “Kami tidak pernah menyangka ada peninggalan seperti ini. Seolah Allah menunjukkan warisan leluhur yang lama tersembunyi,” kata Indra.
Antusiasme masyarakat setempat terus berkembang, meskipun jadwal pementasan resmi belum ditentukan karena masih menyesuaikan waktu latihan para penggiat seni. Dengan penemuan ini, harapan untuk melestarikan dan mengenalkan kembali budaya leluhur semakin menguat di kalangan warga Desa Salebu.




