Mentan Amran Tekankan Reformasi Pertanian dan Hilirisasi Komoditas di Leadership Camp ASN
Sentris Media - Nasional
1 menitwaktu baca
Mentan Amran Dorong Reformasi Pertanian dan Hilirisasi Komoditas
Pewarta: Hendry Prasetiyo
27 Februari 2026, 15:20
Share
Makassar, MCI News – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berani mengubah sistem pertanian sebagai fondasi menjaga kedaulatan pangan dan mendorong lompatan ekonomi nasional, Kamis (26/02/2026) seperti yang dikutip di website pertanian.go.id. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam Leadership Camp ASN Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulawesi Selatan.
Di hadapan para aparatur sipil negara, Mentan Amran menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan keberanian.
“Memimpin itu indah dalam mimpi, tetapi tidak mudah dalam kenyataan. Pemimpin yang adil dimuliakan, yang tidak adil kehilangan kehormatan,” ujarnya.
Ia menyampaikan pengalaman panjangnya sebagai birokrat, pengusaha, dosen, hingga penyuluh pertanian lapangan. Menurutnya, tekanan dan ujian justru membentuk karakter pemimpin yang tangguh dalam mengambil keputusan strategis.
Amran menilai sektor pertanian membutuhkan reformasi menyeluruh, mulai dari regulasi, subsidi, hingga tata niaga. Ia mencontohkan deregulasi 145 aturan pupuk bersubsidi yang memangkas rantai distribusi menjadi lebih efisien dan transparan.
“Kalau kita hanya melakukan hal yang sama dan berharap hasil berbeda, itu tidak masuk akal. Kita harus berani ubah sistem, Indonesia bisa melompat,” tegasnya.
Reformasi tersebut diklaim mampu menurunkan biaya pupuk bersubsidi hingga 20 persen serta meningkatkan volume pupuk 700 ribu ton tanpa tambahan anggaran. Pemerintah juga merencanakan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru untuk memperkuat ketahanan pasokan nasional.
Selain pembenahan sistem, ia menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian agar nilai tambah dinikmati rakyat.
“Seluruh kekayaan kita dihilirisasi. Jangan ekspor mentah. Nilai tambahnya harus untuk rakyat,” ujarnya.
Ia menyoroti peluang hilirisasi kelapa yang dinilai memiliki potensi besar seiring pergeseran konsumsi global ke produk nabati.
“Ini coconut milk. Itu ada pergeseran pangan di China, itu dari susu sapi kambing bergeser ke susu yang dari kelapa. Ini nilainya ini total itu bisa potensi Rp5.000 triliun,” ungkapnya.
Komoditas gambir dan CPO juga disebut memiliki nilai tambah signifikan jika diolah di dalam negeri.
“Baru 3 komoditas saja yang dihilirisasi bisa menghasilkan 15 ribu triliun,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi pertanian bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi menjaga martabat bangsa di tengah persaingan global.
“Sungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja. Jangan hanya berdoa, tapi juga harus bertindak. Indonesia harus dipaksa maju,” tegasnya.
Hendry Prasetiyo
Dibaca : 39
Tag Berita
Andi Amran Sulaiman
Andi Sudirman Sulaiman
Hilirisasi Komoditas
Kedaulatan Pangan
Leadership Camp ASN
Reformasi Pertanian




