Lestari Moerdijat: Empat Pilar Kebangsaan Kunci Kesiapsiagaan Relawan Bencana
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Lestari Moerdijat: Empat Pilar Kebangsaan Kunci Kesiapsiagaan Relawan Bencana

Sentris Media - RRI.CO.ID, Semarang : Pemahaman terkait Empat Pilar Kebangsaan dinilai sangat penting bagi setiap warga negara, termasuk kalangan relawan, sebagai landasan bertindak dalam menghadapi tantangan bernegara yang semakin kompleks. Hal ini relevan dalam konteks kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sering melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di hadapan relawan bencana dan instansi pemerintah, bertempat di Gedung BPBD Jawa Tengah, Jumat 27 Februari 2026.

Ia juga menekankan bahwa nilai kebangsaan harus menyatu dalam setiap aksi kemanusiaan di lapangan.

"Penguatan kesiapsiagaan berbasis pengetahuan lokal diperlukan masyarakat dalam melakukan tanggap bencana di daerahnya. Masyarakat harus dapat memahami arti empat pilar untuk kepentingan masyarakat dimana saja, terutama saat relawan dalam melakukan kegiatan sosial," ujarnya

Menurut Lestari, sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa saat ini harus dipahami secara utuh dengan bingkai yang lebih konkret. Ia menyebutkan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi utama bagi setiap pergerakan relawan.

"Nilai-nilai Pancasila sebagai jiwa kita, UUD 1945 sebagai aturan yang harus dipatuhi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai wilayah hidup kita, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan yang kita miliki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita jalani," kata Lestari menambahkan.

Lebih lanjut, Lestari menjelaskan bahwa semangat gotong royong yang terkandung dalam Pancasila merupakan energi terbesar saat terjadi situasi darurat. Dengan memegang teguh prinsip-prinsip tersebut, para relawan diharapkan tidak hanya terampil secara teknis dalam evakuasi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.

Sementara itu, Kalakhar BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, pihaknya selama ini terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk membentuk masyarakat yang tanggap. Fokus utama adalah bagaimana memastikan masyarakat mematuhi pioner-pioner penting dalam mitigasi dan penanganan bencana di daerah.

Bergas menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. “Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan relawan, kita bisa wujudkan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” kata Bergas menutup sambutannya. (AHY)