KTF UI Siap Wakili Indonesia dalam Misi Budaya ke Jepang 2026
Sumber Foto: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Universitas Indonesia
Lifestyle

KTF UI Siap Wakili Indonesia dalam Misi Budaya ke Jepang 2026

Februari 13, 2026

Komunitas Tari FISIP Universitas Indonesia (KTF UI) Radha Sarisha menggelar acara Gelar Pamit Misi Budaya JepangKTF UI 2026 pada Rabu (11/02) di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok. Kegiatan ini menjadi momentum perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberangkatan delegasi KTF UI dalam menjalankan Misi Budaya ke Jepang.

Project Officer KTF UI, Widya Franadewi, menjelaskan bahwa Gelar Pamit ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi serta ajang berpamitan kontingen sebelum melaksanakan Misi Budaya Jepang 2026.

“Momen ini kami dedikasikan untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kami, sekaligus memohon doa restu sebelum berangkat mewakili Indonesia,” ujarnya.

Misi Budaya merupakan salah satu program unggulan KTF UI Radha Sarisha yang bertujuan melestarikan kekayaan warisan budaya Indonesia sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia di tingkat internasional. Melalui program ini, KTF UI turut berkontribusi dalam diplomasi publik Indonesia dengan mendorong pertukaran budaya dan menampilkan seni pertunjukan tradisional di panggung global.

Pada tahun 2026, KTF UI Radha Sarisha secara resmi akan mewakili Indonesia dalam The 10th World Children’s Festival yang akan diselenggarakan di Hakodate, Jepang, pada 18–23 Februari 2026. Sebanyak 11 delegasi yang terdiri atas mahasiswa dan mahasiswi FISIP UI akan diberangkatkan untuk menampilkan tiga tarian tradisional Indonesia, yakni Tari Gaba-Gaba dari Maluku, Tari Ratoh Jaroe dari Aceh, dan Tari Taruna Taruni dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Festival tersebut dikenal sebagai salah satu ajang budaya bergengsi di Jepang yang merayakan seni dan tradisi dari berbagai negara. Rangkaian kegiatan meliputi parade jalanan, pertunjukan seni, stan promosi negara, serta berbagai sesi interaksi lintas budaya antarnegara peserta.

Dekan FISIP UI, Prof. Evi Fitriani, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas partisipasi KTF UI dalam misi budaya ini. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas dan martabat sebagai representasi bangsa.

“Di mana pun berada, kita membawa nama Indonesia. Hadapi perbedaan budaya dengan kedewasaan. Jaga sikap dan martabat, tunjukkan bahwa orang Indonesia sopan, disiplin, taat aturan, serta mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri,” pesannya.

Prof. Evi juga berharap agar misi budaya ini berjalan lancar dan sukses. Ia mendorong para delegasi untuk kembali ke Tanah Air dengan membawa pengalaman dan pembelajaran yang dapat berkontribusi bagi masyarakat. Selain itu, ia berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga nama baik diri, keluarga, almamater, dan negara, serta tidak melupakan kewajiban beribadah selama menjalankan misi.

Komunitas Tari FISIP (KTF) UI Radha Sarisha sendiri merupakan kelompok seni pertunjukan yang berdiri sejak 2008 di bawah naungan FISIP UI. Komunitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri melalui tari tradisional dan kontemporer sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di lingkungan akademik.

Sepanjang perjalanannya, KTF UI Radha Sarisha telah berpartisipasi dalam lebih dari 48 festival tari rakyat internasional di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Berlandaskan semangat “membawa budaya melalui langkah muda,” KTF UI meyakini bahwa tari adalah bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan, menumbuhkan persahabatan, serta memupuk kebanggaan terhadap kekayaan warisan budaya bangsa.