Komunitas Kuluwung Ciptakan Tumbler Bag Ramah Lingkungan dari Tali Makrame
Sentris Media - KABAR-PRIANGAN.COM - Gaya hidup ramah lingkungan kini semakin dekat dengan keseharian anak muda. Salah satu tren yang terus berkembang adalah penggunaan tumbler sebagai pengganti botol minum sekali pakai. Di tengah semangat tersebut, Komunitas Kuluwung yang berbasis di Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, menghadirkan inovasi unik berupa tumbler bag handmade berbahan tali makrame yang bukan hanya fungsional, tetapi juga tampil kalcer dan estetik.
Inisiatif ini lahir dari keresahan sederhana: bagaimana membuat kebiasaan membawa tumbler terasa lebih seru dan tidak merepotkan. Melalui wawancara bersama Diwan Masnawi, pegiat Komunitas Kuluwung, dijelaskan bahwa tujuan utama pembuatan tumbler bag adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mulai meninggalkan barang sekali pakai.
“Tujuannya supaya perilaku menggunakan tumbler jadi lebih menyenangkan dan kalcer. Selain itu, menjinjing tumbler juga jadi lebih nyaman dan aman, tidak mudah jatuh,” ujar Diwan.
Tambang
Ketertarikan pada Teknik Simpul
Ide kreatif ini pertama kali digagas oleh Fikri Arifin Cholis, seorang anggota Mahasiswa Pecinta Alam yang memiliki ketertarikan pada teknik tali dan simpul. Sebelumnya, Fikri telah sering membuat tumbler bag secara mandiri. Dari kebiasaan tersebut, muncul gagasan untuk menjadikannya sebagai kegiatan kreatif komunitas yang bisa dinikmati bersama.
Meski teknik makrame menjadi dasar utama, Komunitas Kuluwung juga bereksperimen menggunakan berbagai jenis tali lain agar desain tumbler bag semakin variatif dan sesuai selera anak muda masa kini. Setiap tumbler bag dibuat secara handmade dengan waktu pengerjaan sekitar tiga jam untuk satu produk.
Proses pembuatannya pun tidak sekadar aktivitas kerajinan biasa. Suasana santai, penuh tawa, dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam setiap sesi produksi. Menurut Diwan, energi positif dari proses handmade inilah yang menjadi nilai lebih dari tumbler bag karya mereka.




