Kolaborasi Musisi Kontemporer dan Tradisi dalam Program Nada Nusantara
Seni budaya Indonesia merupakan warisan yang kaya dan beragam, yang terus diupayakan kelestariannya oleh berbagai pihak. Salah satu inisiatif yang diambil oleh pemerintah adalah program yang dikenal dengan nama Nada Nusantara. Program ini, yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Atma Nusvantara Jati (Atsanti), berfokus pada upaya preservasi, inspirasi, dan regenerasi musik serta alat musik tradisional dari tiga daerah di Indonesia, yaitu Karangasem di Bali, Ambon di Maluku, dan Jawa Tengah.
Dalam pelaksanaannya, Nada Nusantara dipimpin oleh Ridho Hafiedz sebagai music director, dengan dukungan dari musisi kolaborator seperti Ardhito Pramono, Yura Yunita, dan Marcello Tahitoe, serta para musisi tradisi dari ketiga daerah tersebut.
Program ini tidak hanya melahirkan Konser Nada Nusantara Live in Candi Borobudur yang berlangsung pada 27 September 2022, tetapi juga menghasilkan tiga episode film dokumenter yang dirilis pada 8 Desember 2022 di Jakarta. Setiap episode memiliki judul masing-masing, yaitu Nada-Nada Penting (The Most Important Serenade) untuk episode Bali, Mena Musik Amboina (The Ballad from Ambon) untuk episode Maluku, dan Musik Bhumi Sambhara Budhara (Music on the Mountain of Knowledge) untuk episode Jawa Tengah.
Film dokumenter yang disutradarai oleh Linda Ochy ini merekam perjalanan Ridho Hafiedz, Ardhito Pramono, Yura Yunita, dan Marcello Tahitoe dalam memahami budaya, sejarah, dan musik, serta belajar menggunakan alat-alat musik tradisional dari para maestro di Karangasem, Ambon, dan Jawa Tengah.
Interaksi antara musisi kontemporer dan tradisi tersebut menghasilkan sejumlah komposisi musik baru, antara lain Nada-Nada Kaya (diciptakan oleh Ridho Hafiedz, Yura Yunita, Donne Maulana, dan I Putu Angga Wijaya), Nusa Ina (diciptakan oleh Ridho Hafiedz, Ardhito Pramono, Grizzly Nahusuly, Riluke Noa, Enrico Trixano Silooy, dan Usman Ipaenin), serta Ku Selalu di Sini (diciptakan oleh Ridho Hafiedz dan Marcello Tahitoe, dengan aransemen oleh Drs. Haryanto, M.Ed. dan Nona Rozalia).
Sejalan dengan rilis film dokumenternya, karya-karya musik tersebut juga telah tersedia di berbagai platform daring, termasuk Spotify dan YouTube.




