KKP Siapkan Strategi Tingkatkan Ekspor Perikanan di 2026
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

KKP Siapkan Strategi Tingkatkan Ekspor Perikanan di 2026

Untuk menjaga momentum positif tersebut, KKP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis di 2026. Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana menyebut pihaknya akan memperkuat sinergi lintas unit Eselon I guna memfasilitasi asosiasi dan eksportir dalam menghadapi regulasi baru di pasar internasional.

Beberapa di antaranya termasuk aturan Uni Eropa terkait Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan Pernyataan Pengolahan (Processing Statement), serta aturan baru Amerika Serikat terkait Certificate of Admissibility.

Selain itu, KKP juga tengah melakukan negosiasi dan diplomasi terkait pengajuan Comparability Finding (CF) rajungan hasil tangkapan gillnet kepada NOAA agar ekspor ke Amerika Serikat tetap berlanjut.

“Kami mendorong pelaku usaha perikanan untuk tetap berkomitmen menjaga mutu dan keamanan produk perikanan, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya dan daya saing sektor perikanan,” kata Erwin.

KKP juga akan memperkuat promosi melalui temu bisnis dan partisipasi dalam pameran internasional, termasuk mendorong investasi sektor kelautan dan perikanan lewat program Investment Mission.

Selain itu, pelaku usaha didorong memanfaatkan tarif preferensi 0% dalam kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) untuk produk olahan tuna dan cakalang yang akan diimplementasikan setelah triwulan I 2026.

Upaya perundingan penurunan tarif juga terus dilakukan di kawasan non-tradisional seperti Amerika Utara (ASEAN-Canada CEPA), Asia Selatan (ASEAN-India FTA, Indonesia-Sri Lanka FTA), Timur Tengah (Indonesia-Gulf Cooperation Council FTA), Tunisia PTA, Indonesia–Eurasian Economic Union FTA, Indonesia–European Union CEPA, Peru CEPA, hingga Indonesia-Canada CEPA.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi pemanfaatan tarif preferensi hasil perundingan Indonesia ke pelaku usaha,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan optimisme bahwa peningkatan kualitas produksi perikanan nasional akan berdampak langsung pada kenaikan nilai ekspor sekaligus memperluas akses pasar internasional serta mendukung program prioritas nasional.