KAHMI: Tantangan Kehidupan Berbangsa di Tengah Kontroversi
Sumber Foto: Smart Newsroom
Perspektif

KAHMI: Tantangan Kehidupan Berbangsa di Tengah Kontroversi

KAHMI Serukan Penyelesaian Masalah Ceramah JK Tanpa Polemik

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) meminta agar polemik yang menyangkut ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), tidak berlanjut. Permintaan ini muncul setelah JK dilaporkan ke pihak kepolisian oleh sejumlah pihak yang merasa terprovokasi.

Koordinator Presidium MN KAHMI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menilai situasi yang berkembang saat ini sudah mulai mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan bahwa polemik ini berpotensi memecah belah kerukunan antarumat beragama, sebuah isu yang sangat sensitif di tengah keragaman Indonesia.

Dalam pernyataannya di kediaman JK di Brawijaya, Jakarta Selatan, Doli menyatakan bahwa ceramah JK tidak memiliki niat untuk menistakan agama lain. Doli merujuk pada dukungan yang diterima JK dari sejumlah tokoh agama Kristen dan Katolik, yang menegaskan bahwa pernyataan JK tidak bermaksud mengadu domba antarumat beragama.

“Ada indikasi untuk memecah-belah antara kekuatan umat Islam dengan kekuatan yang lain,” kata Doli. Ia berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak memperburuk situasi. Doli juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak dari konflik di Timur Tengah yang dapat memicu krisis energi, ekonomi, dan pangan.

Doli menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang beragam. “Kita adalah negara yang cukup beragam, penuh dengan toleransi. Jadi kekuatan kita justru di situ, jangan itu yang diusik,” tutupnya. Harapan ini diungkapkan sebagai imbauan agar semua elemen bangsa fokus pada isu-isu penting yang lebih mendesak.