Inter Milan Terus Terpuruk di Laga Besar, Pelatih Cristian Chivu Hadapi Tantangan Besar
KOMPAS.com - Kekalahan Inter Milan atas Liverpool pada matchday keenam Liga Champions 2025-2026 menambah daftar panjang rekor buruk mereka melawan tim-tim besar.
Inter Milan dipaksa kalah 0-1 saat bermain di hadapan publik San Siro, Milan, pada Rabu (10/12/2025) dini hari WIB.
Gol penalti Dominik Szoboszlai di ujung pertandingan sudah cukup membawa Liverpool menumbangkan Inter Milan di rumahnya sendiri.
Usai kekalahan tersebut, banyak yang menilai jika Inter Milan di bawah komando Cristian Chivu masih kesulitan menampilkan performa terbaiknya di pertandingan besar.
Chivu belum memenangkan satu pun dari lima partai besar sebagai pelatih Nerazzurri di musim ini, dan kekalahan atas Liverpool di kandang adalah yang terbaru.
Inter Milan sejatinya tampil cukup baik di awal musim 2025-2026 dengan konsisten di tiga besar Serie A.
Selain itu, Nerazzurri juga selalu menjadi penghuni tetap lima besar di klasemen Liga Champions setelah enam pertandingan, dan berpeluang lolos otomatis ke babak 16 besar.
Namun, masalah besar Inter Milan musim ini adalah ketidakmampuan mereka untuk meraih kemenangan dalam pertandingan melawan rival langsung di Serie A atau Liga Champions.
Tercatat, Lautaro Martinez dkk kalah dari Juventus (3-4), Napoli (1-3), AC Milan (0-1), Atletico Madrid (1-2) , dan terbaru dari Liverpool (0-1).
Sulit Menjaga Intensitas Permainan
Mengutip dari Football Italia, Inter Milan dianggap kesulitan untuk mempertahankan intensitas permainan selama pertandingan besar.
Melihat laga melawan Liverpool atau di empat pertandingan lainnya, Inter selalu kebobolan di babak kedua dan beberapa di antaranya terjadi di menit terakhir jelang laga usai.
Vasilije Adzic mencetak gol kemenangan pada menit ke-91 untuk Juventus, Jose Maria Gimenez pada menit ke-93 untuk Atletico, dan Dominik Szoboszlai pada menit ke-88 untuk Liverpool.
Selain itu, ada juga anggapan bahwa Inter Milan terlalu berusaha keras untuk memenangkan pertandingan daripada puas dengan hasil imbang yang diraih dengan susah payah.
Alhasil, mereka kerap kali mengambil lebih banyak risiko sehingga rentan terhadap bahaya menjelang akhir pertandingan besar.
Tak satu pun dari 21 pertandingan kompetitif Inter musim ini berakhir imbang: Mereka meraih 15 kemenangan dan enam kekalahan di Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.
Lihat Foto




