Industri Pengolahan: Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2025
RM.id Industri pengolahan kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung perekonomian nasional sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi mencapai 19,07 persen.
Kontribusi industri pengolahan tersebut terus menunjukkan tren meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, kontribusi sektor ini tercatat sebesar 18,67 persen, meningkat menjadi 18,98 persen pada 2024, dan kembali naik pada 2025 menjadi 19,07 persen.
Selain kontribusi terhadap PDB, industri pengolahan juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan stabil. Pada 2023, pertumbuhan industri pengolahan mencapai 4,64 persen, kemudian sedikit melandai menjadi 4,43 persen pada 2024, sebelum melonjak signifikan menjadi 5,30 persen pada 2025.
Industri pengolahan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dibandingkan sektor lainnya. Pada 2023, sektor ini menyumbang sebesar 0,95 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, kemudian sebesar 0,90 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 1,07 persen pada 2025.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan capaian tersebut menunjukkan kuatnya dominasi industri pengolahan dalam menopang perekonomian nasional. “Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar, tetapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (5/2/2025).
Baca juga : Carabao International Open Perkuat Sport Tourism-Regenerasi Biliar Nasional
Dari sisi perdagangan luar negeri, kinerja ekspor industri pengolahan juga menunjukkan tren yang sangat positif. Pada 2023, ekspor industri pengolahan tumbuh sebesar 1,73 persen, kemudian melonjak menjadi 6,85 persen pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 7,03 persen pada 2025.
Sementara itu, impor barang dan jasa menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, impor tercatat turun sebesar 1,24 persen, kemudian pada 2024 tercatat sebesar 8,15 persen, dan kembali menurun menjadi 4,77 persen pada 2025.
Menurut Menperin, kombinasi peningkatan ekspor dan penurunan impor menjadi indikator menguatnya struktur industri pengolahan nasional.
“Berdasarkan data BPS, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam tiga tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” kata Agus.
Memasuki 2026, Kementerian Perindustrian akan fokus menjaga momentum pertumbuhan industri pengolahan melalui penguatan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar dan industri dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Baca juga : Menko Polkam Ajak Media Bersinergi Lawan Hoaks Dan Perkuat Ketahanan Nasional
“Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil, kami akan meningkatkan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri, tetapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional,” ujar Agus.
Menperin menambahkan, kebijakan pemberdayaan industri kecil tersebut selaras dengan Asta Cita, khususnya dalam penguatan industri nasional sebagai motor pertumbuhan ekonomi, peningkatan nilai tambah sumber daya dalam negeri, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta penguatan kemandirian dan daya saing bangsa.
“Dalam konteks ini, sektor industri pengolahan ditempatkan sebagai penggerak utama transformasi ekonomi menuju struktur ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan mempertimbangkan kontribusi terhadap PDB nasional, sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta kinerja ekspor dan impor, Menperin menegaskan industri pengolahan tidak mengalami deindustrialisasi, termasuk deindustrialisasi dini.
“Pada 2025, industri pengolahan menghadapi tantangan yang sangat berat. Namun, berkat arahan Bapak Presiden melalui Asta Cita yang diterjemahkan dalam Strategi Baru Industri Nasional, industri pengolahan berhasil tumbuh kuat dan menutup tahun 2025 dengan mendominasi ekonomi nasional,” ujar Agus.
Baca juga : Indonesia Economic Summit 2026 Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku dalam ekosistem industri yang terus menjaga optimisme dan produktivitas di tengah tantangan global.
“Publikasi BPS atas pertumbuhan ekonomi nasional membuktikan bahwa industri pengolahan tidak mengalami deindustrialisasi, apalagi deindustrialisasi dini,” kata Menperin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.




