Indah Nada Puspita Promosikan Keindahan Wisata Taiwan Tengah
Taipei, 21 Mei - Pemengaruh Indonesia, Indah Nada Puspita, baru-baru ini membagikan pengalamannya menjelajahi Taiwan tengah melalui sebuah video, yang menyoroti kekayaan budaya suku Penduduk Asli serta keindahan alam pulau tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata Taiwan (TA).
Selama kunjungannya yang berlangsung dari 12 hingga 15 Mei, Nada mengunjungi berbagai lokasi menarik di Taiwan tengah, termasuk YuYuPas Tsou Cultural Tribe Park, Jalan Tua Fenqihu, Cheng Mei Cultural Park, Jalan Tua Lukang, Sun Moon Lake, Pouyuenji Hills, Flower Home, dan Pulau Rixin.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada 16 Mei, Nada mengungkapkan bahwa ini adalah kunjungan pertamanya ke Taiwan. Ia sangat terkesan dengan pengalaman budaya yang ditawarkan selama perjalanan tersebut.
Nada juga membagikan beberapa oleh-oleh favoritnya dari kawasan wisata tersebut, di antaranya kimchi emas dari wilayah Taichung-Changhua, cokelat dari Sun Moon Lake, dan kue beras dari Jalan Tua Fenqihu di Alishan. Ia menekankan bahwa destinasi wisata di kawasan ini menyediakan fasilitas serta kuliner yang ramah Muslim, termasuk oleh-oleh halal, yang membuatnya merasa aman dan nyaman saat berwisata di Taiwan.
Tahun ini, TA meluncurkan promosi perjalanan yang menghubungkan panorama lautan awan dan kota kecil kereta Alishan, bangunan kuno dan taman seni di Lukang, pengalaman ekowisata di Hsinchu-Miaoli, serta budaya suku Penduduk Asli dan pengalaman bersepeda di Sun Moon Lake.
Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional, TA juga bekerja sama dengan pelaku usaha lokal untuk menyediakan makanan dan akomodasi yang ramah Muslim. Dengan peningkatan layanan di berbagai aspek seperti kuliner, penginapan, transportasi, wisata, dan belanja, TA berharap dapat memenuhi harapan wisatawan Indonesia dan Muslim.
Wakil Direktur Jenderal Pariwisata, Huang Ho-ting, menjelaskan bahwa ini adalah pertama kalinya Kantor Wilayah Pemandangan Nasional Tiga Pegunungan mengintegrasikan pengelolaan Alishan dan Sun Moon Lake untuk menciptakan merek "Lingkaran Pariwisata Taiwan Tengah".
TA juga mempromosikan "Island Star Moe Tour Sightseeing Train" di Taiwan tengah, bekerja sama dengan ahli perkeretaapian, Chen Chao-Chiang, untuk menciptakan nasi kotak edisi terbatas. Nasi kotak ini menggunakan bahan lokal khas Taiwan tengah, seperti ikan sidat, paha ayam, telur teh Alishan, acar wasabi khas pegunungan, jamur Nantou, rebung bambu air, nanas kaki Gunung Bagua, saus plum khas Gunung Shihtou, dan sayuran segar musiman, yang disajikan dalam wadah kayu yang dibuat oleh pengrajin lokal.
Di sisi lain, TA juga telah menjalin kerjasama dengan platform perjalanan asal Indonesia, Traveloka, serta Cathay Pacific, untuk menjangkau pasar di Surabaya. Kerjasama ini meliputi pengembangan program khusus untuk wisatawan Indonesia dan partisipasi dalam pameran serta kegiatan eksklusif maskapai penerbangan di Medan, Surabaya, dan Jakarta.




