IMF Sediakan USD2,27 Miliar untuk Stabilitas Ekonomi Mesir
Sumber Foto: Berita Nasional - Media Pencerah Bangsa
Nasional

IMF Sediakan USD2,27 Miliar untuk Stabilitas Ekonomi Mesir

Sentris Media - BeritaNasional.com - Dana Moneter Internasional (IMF) baru saja merampungkan peninjauan gabungan kelima dan keenam terhadap program reformasi ekonomi negara tersebut. Hasilnya, IMF sepakat membuka akses pembiayaan baru USD2,27 miliar (sekitar Rp35,8 triliun).

Pemerintah Mesir pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat mengonfirmasi dana tersebut kini sudah bisa digunakan untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

Persetujuan ini memungkinkan Mesir untuk segera menarik dana melalui dua skema utama. Yakni, USD2 miliar di bawah Fasilitas Dana Perluasan (Extended Fund Facility/EFF) dan USD273 juta melalui Fasilitas Ketahanan dan Keberlanjutan (Resilience and Sustainability Facility/RSF).

Sebagai informasi, program reformasi yang dimulai sejak Desember 2022 ini diproyeksikan memberikan total bantuan hingga USD8 miliar (skema EFF) dan USD1,3 miliar (skema RSF).

Dengan pencairan terbaru ini, total dana yang telah diterima Mesir mencapai angka USD5,2 miliar.

Dalam pernyataan resminya, IMF memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Mesir dalam memperbaiki kondisi makroekonomi. Sejumlah indikator menunjukkan performa yang menjanjikan. Misalnya, pertumbuhan ekonomi PDB riil Mesir melesat hingga 4,4 persen pada tahun fiskal 2024/2025.

Lalu, inflasi ditekan. Berkat kebijakan fiskal dan moneter yang ketat, angka inflasi turun drastis ke level 11,9 persen pada Januari 2026.

Lantas, Defisit transaksi berjalan kini turun menjadi 4,2 persen dari PDB, didorong oleh kuatnya pendapatan dari sektor pariwisata dan kiriman uang dari luar negeri (remitansi).

IMF juga menyoroti kembalinya kepercayaan investor global terhadap Mesir. Hal ini terlihat dari suksesnya penerbitan obligasi luar negeri, derasnya investasi asing langsung (FDI), hingga rekor masuknya dana investor asing ke pasar utang domestik.

Capaian ini menjadi lompatan besar bagi Mesir setelah sebelumnya sempat mencairkan dana sebesar USD1,2 miliar pada April 2025.

Keberhasilan reformasi ini diharapkan mampu membawa Mesir keluar dari tekanan ekonomi dan menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.