Ikhsan Lani: Relawan Kemanusiaan Sambil Persiapkan Laga One Pride
Sentris Media - Ringkasan Berita:
Petarung MMA Indonesia Ikhsan Lani tetap fokus menjadi relawan banjir bandang di Aceh Tamiang sambil mempersiapkan diri untuk laga One Pride pada 11 April 2026.
Meski waktu latihannya tidak ideal, ia optimis tampil kompetitif berbekal pengalaman empat laga sebelumnya dengan tiga kemenangan.
Ikhsan menilai pengalaman sebagai relawan justru membentuk mental bertandingnya, sambil menegaskan target tetap juara.
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Persiapan menuju laga tidak selalu berlangsung di sasana atau di atas matras. Bagi petarung MMA Indonesia, Ikhsan Lani, fase menuju pertandingan One Pride pada April mendatang ,justru dihabiskan di posko relawan banjir bandang Aceh Tamiang.
Petarung asal Wamena, Papua Pegunungan itu pertama kali datang ke lokasi bencana pada awal Januari 2026.
Ia sempat kembali karena agenda pertandingan, namun memilih kembali lagi pada 19 Februari dan berencana bertahan hingga setelah lebaran.
“Saya datang dari tahun baru, sempat pulang tanggal 8 karena panggilan profesi, lalu balik lagi tanggal 19 karena masih relawan,” kata Ikhsan saat ditemui di Posko Relawan Masjid Nurul Ashri, Kampung Sungailiput, Aceh Tamiang, Sabtu (28/2/2026).
Keputusan tersebut berdampak langsung pada persiapannya sebagai atlet.
Ia mengakui waktu latihan tidak ideal karena persiapan normal biasanya membutuhkan dua hingga tiga bulan.
“Sekarang memang lagi persiapan tanding, tapi sambil tetap jadi relawan. Biasanya minimal dua bulan latihan penuh,” ujarnya.
Meski demikian, petarung dengan dasar bela diri Kyokushin itu tetap optimistis.
Dari empat penampilannya di One Pride, Ikhsan mencatat tiga kemenangan dan satu kekalahan.
Laga mendatang akan menjadi penampilan kelimanya.
Di luar aspek teknis, pengalaman di lapangan bencana memberi tekanan mental yang berbeda dibanding persiapan pertandingan.
Ikhsan mengaku keputusan menjadi relawan dipicu oleh kondisi warga yang ia lihat dari berbagai rekaman pascabencana. Banyak rumah warga, terutama di wilayah kampung, hilang tersapu banjir.




