Harga Emas Turun Akibat Data Pengangguran AS dan Sikap Moderat Trump Terhadap Iran
Harga emas di pasar global mengalami penurunan pada Kamis, 15 Januari 2026. Penurunan ini terjadi setelah terbitnya data klaim pengangguran mingguan di Amerika Serikat yang menunjukkan angka di bawah ekspektasi, yang pada gilirannya memperkuat nilai dolar AS.
Harga emas spot tercatat turun sebesar 0,23 persen menjadi USD4.616,04 per troy ons. Sebelumnya, logam mulia ini sempat mencapai harga tertinggi di USD4.642,72 pada Rabu, 14 Januari.
Data terbaru menunjukkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran di AS mengalami penurunan yang tidak terduga pada pekan lalu. Penurunan ini berkontribusi pada penguatan indeks dolar yang mencapai level tertinggi sejak 2 Desember, sehingga membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
Wakil Presiden dan Kepala Strategi Logam Mulia di Zaner Metals, Peter Grant, menjelaskan bahwa data ini membuat ekspektasi terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) cenderung stagnan, setidaknya untuk paruh pertama tahun ini. Indeks dolar yang berada pada posisi tinggi memberikan tekanan tambahan bagi harga emas.
Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataannya pada Rabu, menyatakan tidak memiliki rencana untuk memecat Ketua The Fed, Jerome Powell, meskipun saat ini sedang berlangsung penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman terkait pimpinan bank sentral tersebut. Trump juga mengindikasikan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 27-28 Januari, meskipun Trump terus mendorong untuk adanya pemangkasan suku bunga. Pasar sendiri memperkirakan setidaknya akan ada dua penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin selama tahun ini.
Trump juga mengungkapkan bahwa laporan mengenai penindasan protes di Iran menunjukkan tanda-tanda mereda, dan menegaskan tidak melihat adanya rencana untuk melakukan eksekusi besar-besaran dalam waktu dekat. Pernyataan ini menunjukkan pendekatan 'tunggu dan lihat' setelah sebelumnya ia sempat mengeluarkan ancaman intervensi.
Peter Grant menyatakan bahwa meredanya ketegangan geopolitik sedikit banyak berkontribusi pada penurunan harga emas. Meski demikian, ia memandang pergerakan harga saat ini sebagai koreksi, di mana pelaku pasar mungkin memanfaatkan penurunan ini sebagai kesempatan untuk membeli.
Emas sebagai aset lindung nilai umumnya menunjukkan kinerja baik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam situasi suku bunga yang rendah.
Sementara itu, Bank Sentral Polandia mengungkapkan memiliki cadangan emas sebanyak 550 ton pada akhir 2025, dan berencana untuk meningkatkan cadangan tersebut menjadi 700 ton, menurut Gubernur Adam Glapinski pada Kamis.
Di sisi lain, harga perak spot turun 0,3 persen menjadi USD92,50 per troy ons, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi di USD93,57. Sementara itu, harga platinum spot melemah 0,8 persen menjadi USD2.404,18 per ons, dan palladium relatif stabil di USD1.826,32 per ons.




