Harga Emas Mengalami Penurunan di Tengah Sentimen Pasar yang Positif
Sumber Foto: fxstreet-id.com
Nada Tengah

Harga Emas Mengalami Penurunan di Tengah Sentimen Pasar yang Positif

Harga emas memulai pekan ini dengan catatan yang lebih lemah, seiring dengan melemahnya nada risiko yang berdampak pada aset-aset safe-haven. Meskipun ada aksi jual Dolar AS yang baru dipicu oleh meningkatnya taruhan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), hal ini tidak banyak membantu logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Selama paruh pertama sesi Eropa pada hari Senin, harga emas (XAU/USD) menunjukkan penawaran jual yang kuat dan diperdagangkan sedikit di atas terendah multi-hari yang dicapai dalam satu jam terakhir. Dolar AS memulai minggu baru dengan penurunan, setelah mengalami pemulihan modest pada hari Jumat dari terendah dua minggu. Taruhan bahwa The Fed akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga pada bulan September dianggap sebagai faktor kunci yang mendukung harga emas.

Ketidakpastian terkait perdagangan menjelang tenggat waktu gencatan tarif AS-Tiongkok yang akan datang pada hari Selasa memberikan beberapa dukungan bagi harga emas. Namun, pemulihan yang signifikan bagi harga emas tampaknya sulit dicapai di tengah sentimen pasar yang optimis, yang didorong oleh harapan atas perundingan bilateral AS-Rusia terkait konflik di Ukraina. Para pedagang kemungkinan akan menunggu lebih banyak petunjuk mengenai arah penurunan suku bunga The Fed, sehingga fokus tetap pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan minggu ini.

Penggerak Pasar Harian

Pasar saham Asia dan kontrak berjangka ekuitas AS mengalami kenaikan di awal pekan ini, didorong oleh harapan bahwa pertemuan antara pemimpin AS dan Rusia dapat meningkatkan peluang untuk mengakhiri perang di Ukraina. Optimisme ini mendorong aksi jual pada harga emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven.

Walaupun demikian, ketidakpastian mengenai gencatan tarif AS-Tiongkok yang akan berakhir pada 12 Agustus memberikan dukungan bagi logam berharga ini. Selain itu, meningkatnya ekspektasi terkait penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan aksi jual Dolar AS membantu membatasi penurunan harga emas. Investor semakin yakin bahwa bank sentral AS akan melanjutkan siklus penurunan suku bunga pada bulan September dan setidaknya dua pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun ini, didorong oleh laporan Nonfarm Payrolls bulan Juli yang menunjukkan memburuknya pasar tenaga kerja AS.

Sementara itu, Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengungkapkan risiko bahwa bank sentral AS mungkin gagal dalam mengatasi inflasi dan ketenagakerjaan, dengan dampak negatif pada lapangan kerja. Gubernur The Fed, Michelle Bowman, juga menekankan bahwa data pasar tenaga kerja yang lemah terbaru memperkuat keyakinannya bahwa tiga pemangkasan suku bunga kemungkinan akan dilaksanakan tahun ini.

Rilis Data Inflasi AS

Minggu ini, investor akan menghadapi rilis data inflasi AS, termasuk Indeks Harga Konsumen (IHK) pada hari Selasa dan Indeks Harga Produsen (IHP) pada hari Kamis. Data ini, bersama dengan pernyataan dari anggota FOMC yang berpengaruh, diperkirakan akan memengaruhi nilai Dolar AS dan pasangan XAU/USD.

Analisis Teknikal

Dalam perdagangan hari Senin, harga emas mengalami penurunan di bawah level konfluensi $3.382, yang merupakan gabungan dari Simple Moving Average (SMA) 100-jam dan batas bawah ascending channel jangka pendek. Meskipun indikator teknis menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut, area support di sekitar $3.353-3.350 diharapkan dapat menahan penurunan lebih lanjut. Namun, jika harga berhasil menembus level tersebut, harga emas berisiko untuk mengarah ke support berikutnya di $3.315 dan kemudian $3.300.

Di sisi lain, level $3.400 mungkin terus berfungsi sebagai penghalang kuat untuk setiap upaya pemulihan. Jika terjadi aksi beli yang signifikan di atas level swing high minggu lalu di sekitar $3.409-3.410, prospek negatif dapat tergeser, dan harga emas dapat bergerak menuju rintangan relevan berikutnya di $3.422-3.423. Penguatan yang berkelanjutan di atas level tersebut dapat membuka peluang untuk menantang puncak sepanjang masa di sekitar level psikologis $3.500 yang dicapai pada bulan April.