Gubernur NTT Dukung Pengembangan Craft Beer Berbasis Komoditas Lokal
RADARBANGSA.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan dukungan terhadap pengembangan Craft Beer NTT. Dukungan itu disampaikan langsung Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena saat menerima audiensi tim Bale Nagi Brewing di rumah jabatan gubernur akhir pekan lalu.
Pertemuan tersebut membahas rencana penguatan produksi bir kerajinan yang dikembangkan Bale Nagi Brewing, microbrewery asal Labuan Bajo. Usaha ini memanfaatkan komoditas lokal seperti sorgum, kopi Flores, nanas, jahe, sereh, hingga kakao sebagai bahan utama, sekaligus mengangkat identitas rasa daerah sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif.
Baca juga : Tutup Safari Ramadan, PKB Jatim Tebar 26 Ribu Sembako dan Rangkul UMKM
Dalam pemaparannya, tim Bale Nagi Brewing menekankan kolaborasi dengan petani dan pelaku UMKM agar rantai pasok bahan baku berasal langsung dari masyarakat setempat. Skema tersebut dirancang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal.
“Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa anak muda dan diaspora NTT mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Pemerintah tentu mendukung sepanjang mengikuti regulasi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar gubernur dikutip Rabu (18/2/2026).
Baca juga : Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Penguatan Pasar Domestik
Ia menambahkan pentingnya pendekatan sains dan teknologi dalam pengembangan produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional tanpa meninggalkan karakter budaya daerah.
Bale Nagi Brewing mengusung filosofi kembali ke akar budaya. Nama “Bale Nagi” berasal dari bahasa Lamaholot yang berarti “pulang kampung”, mencerminkan semangat mengolah kekayaan alam NTT dengan teknik brewing modern. Perpaduan bahan tradisional seperti sorgum, jahe, nanas Flores, kopi, kakao, dan sereh menghasilkan profil rasa yang merepresentasikan identitas wilayah.
Baca juga : OWA Indonesia Desak Keadilan Ekologis di Hari Perempuan Internasional
Audiensi dihadiri Martha Weruing, Casey Dixon, Dicky Senda, dan Viol. Martha, diaspora Lamaholot yang lama menetap di Perth, Australia, menjelaskan bahwa inisiatif Bale Nagi lahir dari keinginan menggabungkan nilai lokal NTT dengan kultur serta teknologi pembuatan bir Australia.
Casey Dixon yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri brewing mengungkapkan saat ini disiapkan empat hingga lima varian craft beer baru dengan fokus utama pada penggunaan sorgum sebagai bahan dasar.
Pemerintah provinsi menilai inisiatif ini sejalan dengan agenda penguatan ekonomi kreatif dan gerakan One Village One Product (OVOP). Ke depan, Bale Nagi Brewing akan melanjutkan proses perizinan produksi dan distribusi terbatas serta memperluas kerja sama dengan petani, UMKM, dan komunitas kreatif di berbagai wilayah NTT.
Kehadiran Craft Beer NTT diharapkan membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat citra NTT sebagai daerah dengan inovasi berbasis kearifan lokal.
Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri
KATA KUNCI
NTT Inovasi Craft Beer Komoditas Daerah UMKM
BACA JUGA
Sinergi BUMN, PLN Manjakan Warga Denpasar Lewat 13 Bus Mudik Gratis
Berantas Bansos Salah Sasaran, Buleleng Terjunkan 2.750 Agen Digitalisasi Data
Manjakan Investor, Miq Iqbal Siap Sulap Pemprov NTB Bergaya Koorporasi




