Gubernur Jateng Apresiasi Gotong Royong Warga Perbaiki Jembatan Ambrol
UNGARAN, KOMPAS.com - Ratusan orang lintas organisasi bergotongroyong memasang tiang pancang dari bambu untuk jembatan di Perumahan Delta Asri 5 Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang.
Kerja bakti diikuti TNI-Polri, BPBD, Dinsos, PMI, Tagana, relawan, serta ormas dan warga.
Jembatan tersebut ambrol karena fondasi tergerus akibat gorong-gorong yang rusak sejak 2024.
"Itu Desember sudah terlihat tergerus, motor masih bisa lewat. Tapi awal Februari 2026 ini ambrol seluruhnya hingga tak bisa dilewati," kata Ketua RT 3 Perum Delta Asri 5 Yogi Prasetya, Selasa (17/2/2026).
Yogi mengatakan, setelah jembatan rusak, pengurus RT dan RW langsung berkirim surat ke pemerintah desa serta Bupati Semarang.
"Harapan kami segera diperbaiki dan saluran air diperkuat agar tidak rusak lagi," ujarnya.
"Ini kondisi tanggap darurat, di sekitar jembatan dibangun tiang pancang dari bambu ditambah karung berisi pasir agar longsoran tidak meluas. Langkah antisipasi untuk sementara," kata Yogi.
Warga lain, Dwi Suryani khawatir longsor yang mengakibatkan jembatan ambrol berdampak ke rumah yang ditempatinya.
"Memang mulai ada retakan, meski masih berukuran kecil lima centi, tapi khawatir kalau membesar karena tergerus," ujarnya.
"Jalan jembatan itu penyambung antara Delta Asri Leyangan dengan Kalongan, sekarang aksesnya putus tidak bisa dilalui," kata Dwi.
Gubernur Luthfi tinjau lokasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang datang ke lokasi mengapresiasi semangat warga dalam bergotongroyong kerja bakti membangun jembatan.
“Ini kolaborasi yang sangat kompak di Kabupaten Semarang. Ada Dandim, Kapolres, Bupati, Tagana, TRC, dan seluruh komponen masyarakat bahu-membahu mengatasi masalah. Dengan kolaborasi inilah kita bisa menghadapi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Menurut Luthfi, ancaman bencana di tengah cuaca ekstrem terjadi di beberapa daerah.
Karakteristik bencana antar daerah pun berbeda, tergantung letaknya. "Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan BMKG untuk memitigasi potensi bencana, meliputi empat aspek utama yakni rawan longsor, tanah bergerak, banjir, dan banjir rob," kata dia.
Menurutnya, dari identifikasi daerah rawan tanah bergerak di antaranya di Purbalingga, Banjarnegara, Tegal, dan Brebes.
Kerawanan banjir di Pati dan sepanjang pantura, sementara rob mengintai wilayah Pekalongan sekitarnya dan pantura.
“Terkait perumahan yang di bawahnya ada gorong-gorong, Pusdataru dan PU sudah melakukan kajian. Saya minta jangan lama-lama, masyarakat sudah menunggu. Kalau sudah tanggap darurat ditetapkan bupati, otomatis seluruh OPD provinsi turun tanpa harus disuruh,” tegasnya.




