Erick Thohir Bantah Terlibat dalam Sanksi FIFA terhadap Malaysia
KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan atas tudingan dari media Malaysia terkait sanksi FIFA kepada federasi sepak bola negara tersebut.
Isu ini mencuat setelah media Malaysia MyNewsHub pada 15 Februari 2026 menuliskan tuduhan bahwa Erick Thohir berperan dalam laporan kasus dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.
Pemberitaan itu mengaitkan Erick dengan laporan mengenai tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Media tersebut mengklaim mendapat informasi dari sumber di AFC.
Disebutkan pula bahwa laporan ke AFC disebut berkaitan dengan skandal naturalisasi Timnas Malaysia.
AFC sebelumnya menyampaikan bahwa laporan dugaan pelanggaran administrasi datang dari Vietnam.
Namun, dalam pemberitaan media Malaysia, muncul narasi bahwa laporan tersebut berkaitan dengan arahan pihak tertentu.
Isu ini berkembang luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai proses investigasi di tingkat Asia.
Respons Erick Thohir
Menanggapi tudingan tersebut, Erick Thohir menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk mengganggu perkembangan sepak bola negara lain.
Ia menegaskan bahwa fokusnya berada pada peningkatan kualitas sepak bola nasional dan kerja sama di kawasan Asia Tenggara.
Dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat (20/3/2026), Erick menyampaikan bahwa Indonesia dan negara Asia Tenggara lain seharusnya saling mendorong kemajuan bersama.
"Saya rasa, buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain," terang Erick Thohir.
"Sedangkan kita membutuhkan kita bersaing antara negara Asia Tenggara ataupun tingkatannya kita dan negara-negara Asia."
"Jadi, saya minta maaf, kelasnya nggak di situ gitu," lanjutnya.
Menurutnya, persaingan di tingkat Asia Tenggara dan Asia perlu ditingkatkan agar kualitas kompetisi semakin baik.
Fokus Tingkatkan Mutu Sepak Bola Kawasan
Lihat Foto




