Ekonomi Makassar Tumbuh 5,39%, Melampaui Rata-rata Nasional
MAKASSAR - Ekonomi Kota Makassar tumbuh lebih cepat dari angka nasional dengan inflasi yang terjaga. Demikian Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria.
"Berdasarkan data dan di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, ekonomi Kota Makassar tumbuh lebih cepat," ujarnya di Makassar, Jumat.
Ricky Satria mengatakan, capaian ekonomi Makassar melampaui rata-rata pertumbuhan provinsi maupun nasional.
Ia menyebut di kuartal III 2025, berdasarkan data terakhir, ekonomi Makassar tumbuh 5,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Dia membandingkan dengan pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5,01 persen dan Sulawesi Selatan sebesar 5,04 persen, sehingga Makassar telah melampaui keduanya.
"Artinya, Makassar tumbuh lebih tinggi dari rata-rata nasional dan provinsi. Applaus untuk kita semua," katanya.
Ricky menjelaskan, pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang berkisar 5,1–5,2 persen.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tersebut bukan sekadar angka kosong. Dampak positifnya sudah mulai terlihat, antara lain penurunan tingkat kemiskinan dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen di 2025.
"Tren penurunan juga terlihat pada tingkat pengangguran, dari 9,71 persen menjadi 9,6 persen di tahun yang sama," terangnya.
Menurutnya, ini adalah pertumbuhan yang mulai terasa dampaknya, walaupun baru satu tahun. Namun, yang penting, kita lihat bagaimana menjaga pertumbuhan tetap stabil.
"Dalam konteks inflasi, pertumbuhan tanpa stabilitas harga kurang ada maknanya. Tahun 2025, inflasi Makassar berada dalam rentang kendali nasional, yaitu 2,5 persen plus-minus 1 persen. Makassar berada di 1,19 persen, lebih rendah dari nasional (2,92 persen) dan provinsi (2,8 persen)," jelasnya.
Maluku Tumbuh 5,54 Persen
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,54 persen dalam setahun kepemimpinannya, sebagai indikator penguatan fondasi ekonomi daerah di tengah dinamika nasional dan global.
“Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Maluku kini tercatat sebesar 5,54 persen secara tahunan, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor perikanan, pertanian, perdagangan, serta belanja pemerintah dan investasi infrastruktur,” kata dia dalam syukuran setahun kepemimpinannya di Ambon.




