Dolar Selandia Baru Menguat di Tengah Optimisme Pasar
Sumber Foto: fxstreet-id.com
Nada Tengah

Dolar Selandia Baru Menguat di Tengah Optimisme Pasar

Dolar Selandia Baru (NZD) menunjukkan penguatan pada perdagangan hari Selasa, seiring dengan meningkatnya selera risiko di pasar. Momen positif ini memberikan keuntungan bagi mata uang komoditas, termasuk Dolar Selandia Baru, dibandingkan dengan mata uang yang dianggap sebagai safe haven.

Pada pasangan mata uang NZD/USD, nilai tukar sempat mencapai puncaknya di 0,6032, sebelum mengalami penurunan setelah dirilisnya data Pesanan Barang Tahan Lama dari Amerika Serikat untuk bulan Februari. Data tersebut menunjukkan peningkatan yang lebih baik dari ekspektasi, dengan Pesanan Barang Tahan Lama secara keseluruhan meningkat sebesar 1,4%, melampaui prakiraan yang hanya sebesar 1,3%. Selain itu, Pesanan Barang Tahan Lama yang tidak termasuk sektor pertahanan naik 2,2%, sedangkan barang tahan lama di luar transportasi juga menunjukkan hasil yang positif, naik 0,5% dibandingkan perkiraan 0,4%. Barang modal non-pertahanan, tidak termasuk pesawat terbang, juga naik 0,7%, mengalahkan prakiraan yang hanya sebesar 0,1%.

Tekanan Fundamental Terhadap Dolar Selandia Baru

Meski mengalami penguatan baru-baru ini, Dolar Selandia Baru masih tertekan oleh faktor fundamental yang negatif. Data terbaru menunjukkan bahwa perekonomian Selandia Baru telah memasuki resesi teknis pada kuartal keempat 2024. Inflasi juga tetap tinggi, mencapai 4,7% pada periode yang sama, meskipun mengalami penurunan dari 5,6% pada kuartal ketiga.

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) saat ini tidak berencana menurunkan suku bunga, mengingat tingkat inflasi yang tinggi. Inflasi yang tinggi sebagian besar disebabkan oleh masalah struktural, termasuk ketatnya pasar tenaga kerja, yang mendorong inflasi upah tetap tinggi. Dalam pidatonya mengenai kebijakan moneter, Kepala Ekonom RBNZ, Paul Conway, menegaskan bahwa suku bunga harus tetap tinggi untuk jangka waktu yang berkelanjutan guna mencapai tujuan inflasi bank.

Analisis Teknikal Dolar Selandia Baru

Dari perspektif analisis teknikal, NZD/USD mengalami penarikan kembali dalam tren menurun jangka pendek. Pasangan mata uang ini baru-baru ini keluar dari pola Wedge, dan diperkirakan akan terus bergerak turun menuju target konservatif dari pola tersebut.

Menurut teori analisis teknikal, target penurunan terletak pada jarak yang setara dengan ketinggian wedge yang diekstrapolasi ke bawah. Dalam hal ini, NZD/USD menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut ke target konservatif di 0,5964, yang merupakan rasio Fibonacci 0,618 dari ketinggian pola. Target lebih lanjut di 0,5892 dapat dicapai jika pola ini terus berlanjut.

Prospek bearish semakin diperkuat oleh kemungkinan terbentuknya pola ABC atau Pergerakan Terukur pada grafik harian. Jika pola ini terbentuk, NZD/USD dapat bergerak dalam wave C terakhir yang dapat menjangkau target jangka panjang di 0,5864, di mana wave C sama dengan wave A. Penembusan di atas 0,6107, yang merupakan tertinggi pada 21 Maret, akan meragukan bias bearish ini.