Dokumenter Mena Musik Amboina: Menyuguhkan Kolaborasi Musik Tradisi dari Ambon, Bali, dan Jawa Tengah
Dokumenter berjudul Mena Musik Amboina menampilkan perjalanan kolaborasi antara musisi tradisional dan kontemporer di Indonesia, khususnya dari Ambon. Dalam dokumenter ini, gitaris Ridho Hafiedz dan penyanyi Ardhito Pramono berkolaborasi dengan kelompok musik tradisional setempat, seperti Molucca Bamboowind Orchestra dan Sanggar Seni Booyratan, untuk menciptakan sebuah lagu bertajuk Nusa Ina. Lagu ini mengusung tema persatuan dan persaudaraan dalam keragaman budaya.
Proses kreatif ini dilakukan dalam waktu 30 hari dan dikemas dalam dokumenter yang diproduseri dan disutradarai oleh Linda Ochy. Selain mendokumentasikan kolaborasi tersebut, film ini juga mengangkat cerita tentang sejarah dan perkembangan musik tradisi di Ambon, yang dikenal sebagai kota musik.
Ridho Hafiedz, yang merupakan salah satu musisi terkemuka dari Ambon, mengungkapkan ketertarikannya untuk menangkap kekayaan budaya musik tradisi daerahnya. Dia berkomentar, "Ambon adalah tanah kelahiran saya. Dan kota itu memiliki kekayaan kebudayaan serta keindahan alam. Jika keduanya hilang, selesai! Dan salah satu kekayaan budaya itu ada di musik." Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers setelah pemutaran dokumenter di Jakarta.
Mena Musik Amboina adalah bagian dari trilogi dokumenter Nada Nusantara yang diproduksi oleh Yayasan Atsanti dan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dua dokumenter lainnya dalam trilogi ini berfokus pada musisi tradisional di Bali dan Jawa Tengah, berjudul Nada-Nada Penting untuk Bali dan Musik Bhumi Sambhara Budhara untuk Jawa Tengah.
Sutradara Linda Ochy menjelaskan bahwa penggarapan ketiga dokumenter ini melibatkan 162 pemusik tradisi dan dilakukan melalui penelitian yang dimulai pada Mei tahun ini, dengan syuting yang berlangsung pada bulan Juli. Selain dokumenter, mereka juga telah menggelar konser di Candi Borobudur dan memproduksi tiga video klip untuk lagu-lagu yang dihasilkan. Lagu-lagu tersebut direncanakan untuk didistribusikan di platform streaming.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, menekankan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar merekam musik tradisi, tetapi juga mengolahnya menjadi lebih mudah diakses bagi masyarakat melalui lagu-lagu yang diciptakan. "Musik tradisi bukan sekadar dekorasi tempelan. Ritmenya dibangun dari bawah secara keseluruhan," ujarnya.
Linda Ochy juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam musik tradisi. Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya hanya ada satu pemusik untuk instrumen tertentu di Bali yang kini telah berkembang menjadi sekitar 11 pemusik baru. Dengan demikian, trilogi dokumenter ini diharapkan dapat mendorong preservasi musik tradisi dan menciptakan inspirasi bagi generasi muda.
Trilogi dokumenter Nada Nusantara akan ditayangkan di kanal Indonesiana TV dan YouTube Kemendikbudristek, serta di kanal Budaya Saya.




