Craftulistiwa: Komunitas Kreatif Perempuan Pontianak yang Menghasilkan Karya Bernilai
PONTIANAK – Berawal dari sekadar forum kecil untuk membuat tas handmade pada 2015, Craftulistiwa kini tumbuh menjadi komunitas kreatif yang mewadahi puluhan perempuan di Pontianak, Kalimantan Barat.
Ketua Craftulistiwa, Nur Afni, menceritakan bahwa komunitas ini awalnya hanya berisi beberapa orang yang memiliki minat sama dalam membuat tas dari berbagai bahan. Saat itu, mereka belum terpikir untuk membuka keanggotaan secara luas.
“Awalnya hanya untuk kami saja, sekadar forum berbagi dan membuat tas handmade. Belum terpikir mengajak orang lain,” ujarnya, saat diwawancarai di GaraGara Cafe, Jalan Gusti Hamzah, Pontianak, Sabtu (7/2/2026).
Namun seiring waktu, ide-ide baru bermunculan. Mereka melihat banyak perempuan yang membutuhkan ruang untuk belajar, berbagi keterampilan, sekaligus mengembangkan kreativitas. Dari situlah Craftulistiwa berkembang.
Keanggotaannya sempat mencapai lebih dari 50 orang. Meski kini aktif sekitar 20 anggota karena sebagian pindah domisili dan kesibukan lainnya, semangat komunitas tetap terjaga.
Tak hanya menjadi ruang berkarya, Craftulistiwa juga memberi dampak finansial bagi anggotanya. Produk handmade yang dihasilkan memiliki nilai jual tersendiri di pasaran, tergantung bahan dan desain.
“Handmade itu harganya cukup baik, tergantung bahan. Setidaknya kalau terjual satu tas saja sudah lumayan,” kata Afni.
Sebagian anggota bahkan telah menembus pasar nasional dan menjalin kerja sama dengan Dekranasda. Produk-produk mereka kerap diikutsertakan dalam pameran maupun dititipkan sebagai barang display tetap.
Selain pemasaran melalui pameran, anggota juga memanfaatkan media sosial untuk promosi. Meski belum merambah marketplace besar, pesanan kerap datang secara langsung, baik pembelian satuan maupun dalam jumlah tertentu untuk acara atau komunitas.
Model kerja mereka pun berbagi. Jika ada pesanan dalam jumlah banyak, produksi akan dibagi ke beberapa anggota agar manfaat ekonomi bisa dirasakan bersama.
“Wadah ini bukan hanya untuk berbagi ilmu, tapi juga berbagi rezeki,” ungkap Afni.




