Ciri Kota Berkelanjutan Menurut UN Habitat Menuju 2050
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pada 2050 mendatang, dua pertiga populasi global diharapkan berkembang di wilayah perkotaan. Mengutip postingan di laman instagram UN Habitat, pertumbuhan penduduk memang mayoritas terjadi di perkotaan.
“Dengan krisis iklim yang mengancam, bagaimana kita merencanakan tata ruang kota akan membentuk bagaimana kehidupan generasi penerus di masa depan,” tulis akun tersebut.
Untuk itu menurut UN Habitat, ada sejumlah hal yang membuat kota dan komunitas menjadi berkelanjutan.
Urbanisasi inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan perkotaan yang bermanfaat bagi semua orang sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Sistem transportasi yang terjangkau dan berkelanjutan. Transportasi umum yang andal dan pilihan perjalanan aktif yang mengurangi biaya, polusi, dan kemacetan.
Perumahan yang aman dan terjangkau. Akses ke perumahan yang memadai, aman, dan terjangkau, perbaikan kondisi permukiman kumuh, dan kebijakan perkotaan serta pengembangan infrastruktur yang adil.
Infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan. Infrastruktur yang dirancang untuk menahan risiko iklim dan menggunakan sumber daya secara efisien.
Akses ke ruang hijau dan ruang publik yang aman dan inklusif. Memperluas ruang hijau dan memastikan aksesnya bagi semua orang serta mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan koneksi sosial.




