Calon Relawan SPPG Bengkulu Dibiarkan Tanpa Kepastian Pasca Rekrutmen
Sumber Foto: Info Negeri
Sosial

Calon Relawan SPPG Bengkulu Dibiarkan Tanpa Kepastian Pasca Rekrutmen

Infonegeri, BENGKULU – Puluhan calon relawan di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu mengaku diperlakukan tidak transparan setelah proses rekrutmen dijalani sejak akhir 2025 tiba-tiba dihentikan.

Berdasarkan kronologis yang dihimpun media ini, proses rekrutmen dimulai sejak Desember 2025 yang lalu. Peserta mengikuti tahapan administrasi, wawancara, hingga briefing teknis.

Bahkan, sejumlah peserta yang dinyatakan lolos tahap awal telah dibagi ke dalam posisi kerja dan dilibatkan langsung dalam simulasi operasional dapur sebagai bagian dari persiapan program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu.

Namun, alih-alih berlanjut ke tahap akhir, proses justru berhenti mendadak usai simulasi berlangsung. Grup WhatsApp resmi yang menjadi kanal komunikasi antara peserta dan pengelola tiba-tiba dibubarkan sepihak.

Pembubaran itu disertai pesan singkat dari pengelola yang menyatakan bahwa proses tidak dapat dilanjutkan ke tahap penandatanganan pakta integritas dengan alasan “evaluasi kinerja”—tanpa disertai penjelasan rinci.

“Setelah simulasi, grup langsung dibubarkan. Alasannya karena evaluasi kinerja, tapi tidak pernah dijelaskan kinerja yang mana dan bagaimana penilaiannya,” ujar salah satu calon relawan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (21/2/2026).

Sejak saat itu, para peserta mengaku tidak pernah lagi menerima informasi resmi. Tidak ada surat pemberitahuan, tidak ada pengumuman lanjutan, bahkan tidak ada kejelasan apakah mereka masih dipertimbangkan atau telah dinyatakan gugur.

“Kami ini lebih dari 40 orang, ikut dari awal—seleksi, briefing, sampai simulasi dapur. Kalau memang tidak dilanjutkan, harusnya disampaikan secara resmi. Jangan tiba-tiba hilang begitu saja. Ini bentuk ketidakseriusan dan tidak menghargai peserta,” tegasnya.

Para calon relawan juga menyoroti kerugian yang mereka alami selama proses berlangsung. Mereka mengaku telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi untuk mengikuti seluruh tahapan yang diselenggarakan pihak pengelola.

“Kami sudah keluar biaya dan waktu. Kalau memang tidak diterima, seharusnya dari awal sudah jelas. Bukan setelah kami ikut kegiatan berkali-kali, baru dihentikan tanpa penjelasan,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yayasan pengelola SPPG yang telah dimintai klarifikasi belum memberikan tanggapan. Sikap bungkam ini semakin memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas proses rekrutmen yang dijalankan.

Pewarta | Soprian Ardianto

Share Artikel

Tags: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

← Sebelumnya

Berikutnya →

Rekomendasi

Netizen Kritik MBG, SPPG Balik Tuding “Cari Kesalahan”

Februari 24, 2026

Lemah Pengawasan, Nelayan Tradisional Bengkulu Keluhkan Aktivitas Trawl yang Terus Berulang

Januari 28, 2026

Ditembak, Lalu Dikriminalisasi: Petani Pino Raya Mengadu ke DPR RI

April 16, 2026

Program TJSL PLN Indonesia Power PLTA Musi Dukung Penguatan Taman Konservasi Puspa Langka

Februari 14, 2026

Ketua DPD RI Dorong 500 Unit Bedah Rumah di Bengkulu Tahun 2026

Februari 20, 2026

Rekrutmen SPPG Bengkulu Tak Transparan, Peserta Lama Diabaikan, Seleksi Baru Dibuka

Februari 24, 2026

Kapolres Nias Selatan Cek Persiapan Pos Pengamanan Sekaligus Pemberian Bingkisan Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah

Maret 17, 2026

Tak Sampai 12 Jam, Polisi Ringkus Pelaku Penikaman yang Tewaskan Remaja di Talo Kecil

Maret 16, 2026

Siap-siap, Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis Untuk 2.100 Peserta

April 6, 2026