CAD Tahan Terhadap USD di Tengah Ketidakpastian Global, BoC Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga
Dalam beberapa waktu terakhir, dolar Kanada (CAD) menunjukkan ketahanan yang signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) meskipun terdapat ketidakpastian yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Meskipun pasar mengharapkan Bank of Canada (BoC) untuk mempertahankan suku bunga, faktor-faktor seperti stabilitas ekonomi energi Kanada dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih hati-hati turut memengaruhi performa CAD.
Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh risiko inflasi yang lebih tinggi dan lebih bertahan lama. Pengamat pasar mencatat bahwa USD dapat memperoleh dukungan lebih lanjut jika ketegangan geopolitik semakin memburuk. Namun, CAD tetap menjadi pilihan menarik untuk perdagangan di antara negara-negara G10 yang mengimpor energi.
Dalam skenario di mana ketegangan geopolitik meningkat, CAD diperkirakan dapat mengungguli mata uang G10 lainnya yang juga terpapar risiko terkait energi, meskipun volatilitas harga minyak diperkirakan akan meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa premi risiko geopolitik masih relevan dalam jangka pendek.
Laporan Kebijakan Moneter yang akan datang diperkirakan menunjukkan bahwa proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) mungkin akan direvisi turun, sedangkan proyeksi inflasi mengalami revisi ke atas. Meskipun BoC diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga saat ini, nada hawkish dalam komunikasi kebijakan terbaru semakin terlihat.
Penekanan pada inflasi yang lebih tinggi berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap CAD, karena pasar memperkirakan bahwa risiko premi geopolitik dapat menjaga harga energi tetap tinggi dibandingkan dengan kondisi sebelum konflik. Implikasi ini berdampak pada ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga di masa yang akan datang.
Dalam skenario de-escalasi, harga energi diharapkan dapat rebound meskipun tetap berada di atas level sebelum konflik. Hal ini kemungkinan akan menjaga tekanan inflasi dan menantang narasi penurunan suku bunga yang lebih cepat, sehingga kebijakan moneter harus lebih terukur di periode mendatang.
Bias jangka pendek menunjukkan kecenderungan untuk menguntungkan USD, seiring meningkatnya peluang eskalasi konflik dan potensi kenaikan harga minyak. Dalam konteks ini, CAD mungkin mengalami pelemahan terhadap USD dalam jangka pendek, meskipun pergerakannya cenderung lebih moderat dibandingkan dengan mata uang lainnya.
CAD berpotensi menguat jika situasi mereda dan premi risiko menurun, terutama jika dibandingkan dengan mata uang G10 yang lebih banyak mengimpor energi. Namun, pergerakan tersebut diperkirakan tidak akan signifikan, mengingat ketahanan inflasi dan kebijakan BoC yang terus berkembang.
Data posisi IMM menunjukkan adanya tekanan jual terhadap CAD dari pihak leveraged funds, namun potensi rebound mungkin terjadi jika spekulasi geopolitik mereda. Kendati demikian, konfigurasi risiko/imbalan biasanya tidak besar untuk CAD, dengan target tinjauan yang lebih konservatif di jangka pendek.




