Bupati Sumedang Dorong Transparansi Harga dan Pasokan Pangan Jelang Ramadan
Sumber Foto: Radar Bandung
Ekonomi

Bupati Sumedang Dorong Transparansi Harga dan Pasokan Pangan Jelang Ramadan

RADARBANDUNG.id, SUMEDANG – Pemerintah daerah Kabupaten Sumedang kembali menegaskan pentingnya respons cepat dan langkah konkret dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga khususnya di bulan suci Ramadan.

Yang mana sebagaimana diketahui, periode Ramadan identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan strategis.

Dalam arahannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta agar perkembangan harga dan pasokan bahan pokok disampaikan secara rutin dan transparan kepada masyarakat.

Baca juga: Masjid Besar Sumedang Harus Penuh di 10 Malam Terakhir

“Sampaikan secara berkala informasi perkembangan harga dan pasokan secara transparan kepada masyarakat. Laksanakan juga sosialisasi dan optimalisasi pemanfaatan Aplikasi Sindang sebagai sarana pemantauan harga oleh masyarakat,” kata Bupati Dony disela Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah pada Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi di PPS, Senin (23/2/2026).

Adapun kata dia, pelaksanaan rakor di bulan Ramadan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga IdulFitri.

Selain itu komoditas yang menjadi fokus pengendalian meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam, cabai merah, dan bawang merah.

Baca juga: GPM Sumedang Bantu Ringankan Beban Masyarakat Jelang Idul Fitri

“Berdasarkan laporan perangkat daerah terkait, ketersediaan stok secara umum masih mencukupi. Tapi disini pengawasan lapangan terus diperketat melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun ritel modern,” ujarnya.

Tak sampai disitu, pihaknya menginstruksikan agar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar dimaksimalkan bekerja sama dengan dinas terkait maupun Bulog di berbagai titik strategis.

Langkah tersebut dilakukan untuk menyediakan beras, daging sapi, daging ayam, telur, dan komoditas lainnya dengan harga wajar atau bahkan di bawah harga pasar.

Dengan demikian pada momentum Ramadan ini dirinya menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar perangkat daerah guna mewujudkan sinkronisasi data (satu data) sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian inflasi di Kabupaten Sumedang.

“Kami berharap stok bahan pangan tidak diperjualbelikan ke luar daerah agar tidak terjadi lonjakan atau permainan harga sembako di masyarakat Kabupaten Sumedang,” tegas Dony.

Di akhir arahannya, Bupati Dony memastikan bahwa Pemkab Sumedang akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan harga selama Ramadhan hingga IdulFitri.

Langkah tersebut juga dibarengi pengawasan untuk mencegah penimbunan bahan pokok yang dapat memicu kelangkaan serta kenaikan harga yang tidak terkendali.