BNPB Tingkatkan Mobilisasi Relawan dan Bantuan untuk Aceh
Sumber Foto: InfoPublik
Sosial

BNPB Tingkatkan Mobilisasi Relawan dan Bantuan untuk Aceh

Banda Aceh, InfoPublik - penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Aceh terus diperkuat. Plt. Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pangarso Suryotomo, menegaskan bahwa mobilisasi relawan dan bantuan kemanusiaan terus dipacu untuk memperkuat dukungan di lapangan.

“Saat ini kami sedang mendorong mitra-mitra lembaga kemanusiaan untuk mempercepat pengiriman bantuan ke Aceh,” ujar Pangarso membuka laporan pada saat Rapat Evaluasi Hari ke-8 Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di Banda Aceh, Jumat (5/12/2025) malam.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah lembaga telah mengirim perwakilan dan logistik, sementara lainnya masih dalam proses penugasan.

Dalam pemutakhiran data relawan, BNPB melalui desk relawan mencatat 648 relawan dari 44 lembaga kemanusiaan telah berada di Aceh dan ikut terlibat dalam operasi kemanusiaan. “Kami akan terus mendorong penambahan relawan. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan sejumlah lembaga besar agar dukungan dapat segera mengalir,” jelas Pangarso.

Deputi BNPB menambahkan bahwa sejumlah organisasi kemanusiaan nasional telah menyatakan kesiapan memperkuat operasi di titik-titik terdampak, termasuk sektor evakuasi, dapur umum, hingga pelayanan psikososial.

Pangarso juga memaparkan adanya tambahan logistik sebesar 18 ton dari mitra kemanusiaan yang diperkirakan akan masuk melalui jalur darat dan laut. “Ini sedang dalam perjalanan menuju Aceh. Kami mohon dukungan rekan-rekan di wilayah agar membantu proses penerimaan dan distribusinya,” ujarnya.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti pangan, selimut, tenda keluarga, perlengkapan kebersihan, serta logistik pendukung untuk relawan.

Relawan Mandiri Juga Bersiap Bergerak

Selain lembaga formal, BNPB juga menerima informasi bahwa komunitas dan relawan mandiri dari berbagai provinsi telah menyatakan kesiapan untuk terlibat. “Jika situasi di Sumatera nanti lebih landai, relawan di luar komunitas kemanusiaan juga akan datang secara mandiri ke Aceh,” kata Pangarso.

Mereka disebut akan membawa perlengkapan sendiri sehingga tidak membebani logistik daerah. Untuk itu, BNPB akan menempatkan seluruh relawan dalam sistem koordinasi di Posko untuk memastikan keselamatan, efektivitas, dan tidak terjadinya tumpang tindih tugas.

Pangarso menegaskan bahwa sebagian besar mekanisme dukungan sudah terintegrasi di Posko Tanggap Darurat. Oleh karena itu, pihaknya tidak mengulangi paparan teknis yang sudah dilaporkan perangkat posko. “Tambahan saya hanya pada aspek relawan dan bantuan kemanusiaan. Hal lain sudah terkoordinasi di posko,” tambahnya.