Billy Mambrasar Fasilitasi Pertemuan Investor Eropa untuk Pengembangan Kakao Papua
Redaksi Koreri

Koreri.com, Jakarta- Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) memfasilitasi pertemuan strategis yang mempertemukan 21 investor Eropa di sektor kakao dengan pemerintah daerah dari tiga kabupaten penghasil kakao di Papua, yakni Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Manokwari Selatan.
Pertemuan yang digelar di Hotel Shalva, Jakarta, Kamis (19/2/2026) diinisiasi oleh Billy Mambrasar dan dilaksanakan bersama Kemendagri yang diwakili oleh Sumule Tumbo, Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan DPOD Kemendagri. Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi, rapat ini turut mengundang perwakilan dari tiga kedutaan besar, yakni Kedutaan Besar Inggris, Norwegia, dan Prancis, yang dikenal sebagai negara dengan tingkat konsumsi cokelat tertinggi di dunia.
Kehadiran perwakilan negara-negara tersebut mencerminkan tingginya minat pasar Eropa terhadap kakao berkelanjutan asal Papua.
Pertemuan ini juga dihadiri berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Bappenas, Kementerian Perdagangan, serta BRIN, sebagai bentuk dukungan lintas sektor pemerintah pusat dalam mendorong penguatan ekonomi produktif Papua melalui komoditas unggulan.
Dalam keterangannya, Billy Mambrasar menegaskan bahwa penguatan sektor kakao Papua membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah pusat serta langkah konkret yang mempertemukan langsung pemerintah daerah dengan pelaku industri.
“Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif adalah satu kesatuan dalam kebijakan Otonomi Khusus. Untuk Papua Produktif, dibutuhkan langkah nyata. Pertemuan ini mempertemukan pelaku usaha dan pemerintah daerah secara langsung agar proses masifikasi dan pengembangan kakao bisa berjalan,” ujar Billy.
“Ini menjadi contoh bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat memungkinkan terjadi dan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Sumule Tumbo menegaskan komitmen Kemendagri dalam mendukung penguatan ekonomi daerah Papua melalui kerangka Otonomi Khusus.
“Pemerintah pusat melalui Kemendagri berkomitmen mendukung koordinasi dan sinergi lintas pemerintah daerah serta memperkuat peran Otonomi Khusus Papua melalui sektor ekonomi produktif. Kakao merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai tambah tinggi,” jelasnya.
Dari daerah, Wakil Bupati Kepulauan Yapen yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. Ia menekankan bahwa kakao telah lama menjadi bagian dari sejarah ekonomi Yapen, namun belum dikembangkan secara optimal dalam beberapa tahun terakhir.
“Kakao sudah ada di Kepulauan Yapen sejak zaman Belanda. Namun sejak 2009 belum ada program pengembangan yang berkelanjutan. Saat ini terdapat sekitar 2.065 petani kakao di Yapen. Jika sektor ini kembali dikembangkan, para petani akan memiliki kepastian kesejahteraan,” ungkapnya.
Dari sisi investor, Fitrian Adriansyah, Impact Director ADM Capital, menilai bahwa potensi kakao di tiga kabupaten tersebut sangat besar dan layak dikembangkan dalam satu ekosistem terintegrasi.
“Kabupaten Kepulauan Yapen, Jayapura, dan Manokwari Selatan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai satu ekosistem kakao bersama. Bahkan sangat memungkinkan untuk dibangun sebagai trading hub,” ujar Fitrian.
“Ke depan perlu ditentukan fokus masing-masing kabupaten, apakah sebagai pemasok bahan baku, produk setengah jadi, atau produk siap pasar, agar rantai nilai kakao Papua bisa tumbuh secara optimal,” tambahnya.
Selain ADM Capital, sejumlah pelaku usaha dan organisasi internasional di industri kakao turut hadir, antara lain IDH Sustainable Trade – Indonesia, Cocoa Sustainable Partnership (CSP), Rikolto, serta pelaku industri kakao lainnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor internasional, serta mitra pembangunan untuk mendorong hilirisasi, peningkatan ekspor, dan kesejahteraan petani kakao Papua, sekaligus memperkuat implementasi Otonomi Khusus melalui pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
RLS
21 investor Kakao dari Eropa Billy Mambrasar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Komoditas Kakao Pasar Global
Baca Juga

Audensi Bersama Wamennaker, Billy Tegaskan TPT Papua Lebih Tinggi dari Nasional

Billy Mambrasar Bakal Panggil Dua Kementrian Ini Soal Anggaran Kesehatan di Biak

Mahasiswa Papua Suarakan Perbaikan Tata Kelola Otsus, Billy Tegaskan Urgensi Ini

Billy Mambrasar Resmi Gabung PT TASPEN, Begini Profilnya

Pembangunan Pabrik Pupuk di Fakfak Diyakini Mampu Sejahterakan Petani Papua

Kunjungi Biak, Billy Mambrasar Kantongi 5 Aspirasi Utama Masyarakat ke Pusat

2025, Program MBG di Papua Jangkau Ratusan Ribu Siswa hingga Perkuat Akses Gizi

Pertamina Siap Bawa Minyak Atsiri Duskar Wangi Menuju Pasar Nasional dan Global

Yanni Usulkan Papua sebagai Tanah Injili, Ini Kerangka Argumentasinya

Anggota KEPP Otsus Papua Yanni Gagas Papua Jadi Simbol Toleransi Indonesia

KEP2OKP-Koreri Trans Media Teken MoU Pelatihan AI, Targetkan 1000 Anak Muda Papua

PLN Dorong UMKM Sukses di Pasar Global, Beri Pelatihan Ekspor

Kehadiran Tim SKP Billy Mambrasar di Merauke Tegaskan Konsistensi Jokowi Bangun Papua

BTM Kecewa, Soroti Menurunnya Prestasi Kinerja Pemkot Jayapura

Launching Program PMI, Teluk Bintuni Jadi Pilot Project di Papua Barat
Rekomendasi untuk kamu

BPPKAD PBD Serap Anggaran Sesuai, Pansus LKPJ Soroti Pengolahan PAD-Aset Daerah
…

DPRP PBD Ingatkan Diskominfo SP Soal Prioritas Jaringan Internet di Wilayah 3T
…

Minta Warga Tak Panik, Bupati Mimika: Stok LPG Aman, Pasokan Tambahan Segera Masuk
…

RDP Bersama Pansus LKPJ Tahun 2025, Ini Penjelasan Kaban BPPKAD
…

Polisi Bekuk Residivis Pengedar Sabu di Timika, Puluhan Paket Siap Edar Diamankan
…

Kinerja Biro Hukum Setda PBD Diapresiasi, Pansus LKPJ Akan Rekomendasikan Ini
…

Jadwal Ulang RDP Bersama Biro Umum, Pansus Soroti Ketidakhadiran Kepala Biro
…

Ini Catatan Pansus LKPJ Untuk BKPSDM, Soroti Mutasi ASN dan Selter Jabatan Eselon
…

Apresiasi Kinerja Setwan PBD Dengan Sejumlah Catatan, Pansus : Tetap Profesional
…

Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Jatuh di Perairan Desa Haria
…

Biro Pemerintahan Sumbang SILPA 79 M di APBD 2025, DPRP Soroti Serapan Hibah Fantastis
…

Publik Mimika Diingatkan Tak Salah Kaprah Bedakan Wartawan, Pemilik Media, PWI dan JMSI
…




