BI Siapkan 227 Pasar Murah untuk Atasi Kenaikan Harga Cabai di Jateng
Sentris Media - Seorang pedagang cabai di pasar Kota Semarang. (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE
INDORAYA – Harga cabai rawit dan beberapa komoditas pangan di Jawa Tengah menunjukkan tren kenaikan menjelang Ramadan. Cabai rawit yang sebelumnya sempat menembus Rp100 ribu per kilogram kini mulai turun ke kisaran Rp70 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang yang terdampak kenaikan harga adalah Muflikhah, pedagang nasi goreng di Semarang. Ia harus merogoh kantong lebih dalam untuk membeli cabai rawit merah, bawang merah, dan bawang putih. Namun ia tidak bisa menaikkan harga jual dagangannya karena khawatir kehilangan pembeli.
“Harganya tetep Rp13.000 per porsi. Bapok naik, tapi nggak bisa menaikkan harga jual nasi. Kalau harga naik pembeli hilang, jadi ya sabar aja untungnya tipis, sering kali harus nombok buat belanja lagi karena dagangan sepi,” kata Muflikhah, Kamis (26/2/2026).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menjelaskan kenaikan harga komoditas pangan memang terjadi setiap tahun menjelang hari besar keagamaan.
“Sepanjang 2018 sampai 2026 Januari yang lalu itu ada beberapa komoditas yang harganya volatile food cenderung meningkat menjelang yang hari besar keagamaan,” ujar Noor.
Menurutnya, komoditas yang rawan naik antara lain beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit merah. Ia menekankan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sangat penting untuk meredam permintaan yang meningkat.
“Peran TPID jadi sangat krusial karena upaya-upayanya nanti yang dilakukan, mudah-mudahan bisa meredam permintaan yang cenderung meningkat,” imbuh Noor.
Direktur Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reina Sari, menambahkan untuk menanggulangi kenaikan harga, BI bersama TPID Jateng menyiapkan 227 pasar murah yang akan digelar di seluruh kabupaten/kota selama Ramadan.
“Kita akan gencar melaksanakan gerakan pangan murah di beberapa lokasi dan hingga saat ini direncanakan selama Ramadan ini akan dilakukan 227 di seluruh kabupaten-kota,” tegas Andi.
Ia juga menekankan pemprov akan memberikan subsidi distribusi agar harga di tingkat konsumen tetap terjaga. Meski harga beras relatif stabil, cabai dan bawang merah masih mengalami tekanan akibat curah hujan tinggi yang menghambat panen dan memengaruhi kualitas hasil pertanian.
“Kalau kenaikan permintaan tidak bisa dihindari, tapi insyaallah terkait dengan kecukupan pasokan juga bisa kita upayakan,” tandasnya.
Share This Article
Terbaru
Pendopo Jepara Ditata Ulang Jadi Kawasan Heritage, Pemkab Minta Rp3 Miliar dari Pusat Kamis, 21 Mei 2026
Nasib 1.814 Guru Non-ASN Jateng Belum Final, Disdik Tegaskan Tak Ada PHK pada 2027 Rabu, 20 Mei 2026
Soroti Kinerja TPPS Tangani Stunting di Semarang, Mbak Tia Resmi Sandang Gelar Doktor Rabu, 20 Mei 2026
Di Usia 54 Tahun, Mbak Tia Tuntaskan S3: Sempat Ragu, Sakit, hingga Bangkit Lagi Rabu, 20 Mei 2026
Dari Jepara ke Klaten, 16 Biksu Tempuh Ratusan Kilometer Sambut Waisak Rabu, 20 Mei 2026
Sindikat Pita Cukai Palsu Jepara-Semarang Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp570 Miliar Rabu, 20 Mei 2026
Kurs Naik Turun, Apakah Dana Haji Aman? Ini Kata BPKH Rabu, 20 Mei 2026




