AS Terapkan Sanksi Ekonomi Baru Terhadap Iran, 12 Kapal Tanker Jadi Sasaran
Sentris Media - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul sanksi ekonomi tambahan dari Amerika Serikat untuk Iran.
Dilaporkan, sanksi ini menargetkan jaringan penjualan minyak yang diduga mendanai program militer Teheran.
Dikutip dari Tribunnews.com pada Kamis (26/2), sanksi dari AS itu diumumkan menjelang rencana perundingan nuklir antara kedua negara di Jenewa, Swiss.
Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan, sanksi terbaru menargetkan setidaknya 12 kapal tanker.
Selain itu, sejumlah perusahaan pelayaran dan individu yang diduga terlibat dalam perdagangan minyak Iran.
Otoritas Amerika Serikat menyebut, hasil penjualan minyak tersebut diduga digunakan untuk mendukung program rudal balistik Iran.
Hal itu dibenarkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Menurutnya, Iran memanfaatkan sistem keuangan internasional serta jaringan perusahaan perantara untuk menjual minyak secara ilegal.
Ia menyebut, pemerintah AS akan terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Hal itu dimaksudkan untuk membatasi kemampuan militernya.
Sebagai informasi, ketegangan di Timur Tengah meningkat tak hanya dikarenakan sanksi tambahan dari AS.
Kawasan meningkat karena AS memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.




