Artis Rentan Jadi Target Narkoba, Kombes Slamet Pribadi Ungkap Faktornya
TRENDING
Menurut Slamet, ada beberapa faktor yang menjadi latar belakang para pengedar saat mengincar para selebritis.
Pakar hukum narkotika nasional Kombes Polisi (Purn) Slamet Pribadi berbicara soal industri narkoba di tanah air. Dia menyinggung soal dunia artis yang rentan menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba.
Ternyata, bukan tanpa alasan para kurir narkotika menjadikan para selebritis di tanah air sebagai target sasaran. Menurut Slamet, ada beberapa faktor yang menjadi latar belakang para pengedar saat mengincar para selebritis.
Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom.
Artis jadi Sasaran Empuk
Kombes Pol (Purn) Slamet Pribadi mengungkap jika sasaran terbesar para pengedar narkoba di tanah air adalah mereka yang bergerak di bidang hiburan. Kalangan artis disebutnya menjadi incaran tepat yang bisa mendatangkan keuntungan.
“Artis ini adalah sasaran empuk bagi penjual barang haram itu,” kata Slamet dalam podcast MerdekaDotCom, beberapa waktu lalu.
Menurut Slamet, setidaknya terdapat dua faktor penyebab dunia hiburan bisa menjadi sasaran empuk.
Pertama, mereka yang bekerja sebagai publik figur sebagai entertain cenderung memiliki banyak uang.
Kedua, Slamet menyebut jika para selebritis ini seringkali membutuhkan dopping untuk mendongrak kinerja demi kejar tayang. Dalam kondisi ini, para pengedar dapat dengan leluasa bergerak hingga mulai menawarkan ekstasi terlarang dan menyebutnya dengan vitamin biasa.
“(Karena) satu, dia berduit. Dua, kalau dia terbiasa dopping untuk kejar tayang, ini adalah salah satu target. Kan sebetulnya bisa pakai minuman suplemen atau vitamin, enggak perlu pakai barang-barang berbahaya. Tapi mungkin ada alasan seperti ingin mencoba dan merasakan atau memang kecanduan sehingga otaknya nagih ‘kalau kamu pakai kamu pasti akan semangat’,” jelas Slamet.
ADVERTISEMENT
Bicara Dampak & Cara Peredaran
Di kalangan artis, Slamet mengungkap jika setidaknya ada sosok yang bertindak sebagai kurir di lingkungan komunitas selebritis.
Sebelum akhirnya menawarkan ekstasi, para kurir ini disebutnya bakal mengamati kebiasaan hingga kondisi kehidupan si selebritis. Jika situasinya memungkinkan, si kurir tersebut bakal mulai beraksi memberi ‘harapan’.
“Soal peredarannya, ada komunitas yang jadi perhatian. Di sana ada kurirnya, mereka ini kan sudah mengamati bagaimana perilaku para artis. Seperti kayak ‘oh ini udah ada yang terlihat capek, nah mereka bilang ini vitamin dan sebagainya’. Jadi mereka yang kecanduan ya uangnya habis di situ,” tegas Slamet.
Slamet Pribadi pun membeberkan dampak yang bakal dirasakan para pengguna narkoba. Biasanya, mereka yang telah mengonsumsi narkoba bisa menjadi ketagihan hingga memiliki penampilan lebih tua dari usia sebenarnya.
“Padahal, dampaknya banyak. Satu dia kecanduan, dua wajahnya bisa jadi lebih tua dari umurnya,” ungkap Slamet.
Selain peran para kurir yang cukup signifikan, Slamet Pribadi tak menampik bahwa adanya praktik 'backingan' oleh aparat dan memberikan kontribusi yang cukup besar.
"Ya, backing-an itu memberikan kontribusi terhadap perdagangan yang semakin meluas," kata Slamet di podcast MerdekaDotCom, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, banyak bandar narkoba yang memiliki hubungan baik dengan aparat dan selalu berlindung di balik mereka sehingga menciptakan keterikatan.
"Pengedar bandar senang sekali bersahabat dengan aparat. Pengedar bandar senang sekali berlindung di bawah ketiaknya aparat," ujar Pakar Hukum Narkotika.
"Misalkan kan bisa melindungi. Padahal belum tentu. Tapi trust-nya dia begitu kuatnya percaya kepada aparat yang bisa melindungi dia," sambungnya.
"Kalau sudah di Gakkum, siapa yang mau intervensi? Enggak ada yang bisa intervensi. Apalagi kalau ketemu dengan aparat yang lurus ya. Enggak mau dibengkok-bengkok yang lurus," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sosok Kombes Pol (Purn) Slamet Pribadi
Slamet Pribadi sendiri diketahui merupakan advokat senior yang juga seorang akademisi. Dia tak lain saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor II Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Kini, Slamet pun berfokus pada Studi Sosiologi Kepolisian hingga Studi Hukum Pidana.
Semasa bertugas di Korps Bhayangkara, dia pernah menjabat sebagai juru bicara Badan Narkotika Nasional dan Divisi Humas Polri. Lantaran menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang hukum, Slamet Pribadi kini dikenal luas sebagai pakar hukum narkotika Indonesia.
ADVERTISEMENT




