Amalia Putri Nada: Menembus Tantangan Sebagai Female DJ di Banjarmasin
Amalia Putri Nada, seorang DJ perempuan asal Banjarmasin, berhasil menarik perhatian pengunjung klub dengan penampilan energiknya. Sejak setahun lalu, Nada telah menjajal dunia DJ dengan mengikuti sekolah khusus di Caviar Entertainment dan memulai penampilannya pada bulan November.
Tantangan Baru di Dunia Musik
Profesi DJ menjadi tantangan baru bagi Nada, yang juga bekerja di sebuah hotel bintang empat di Banjarmasin. "Membuat orang merasa terhibur dan fun adalah tantangan bagi seorang DJ," ungkap perempuan berusia 28 tahun ini.
Genre Hiphop dan RnB yang Langka
Nada memilih untuk mengusung genre hiphop dan RnB dalam penampilannya, yang masih terbilang langka di Banjarmasin, terutama yang dibawakan oleh DJ perempuan. "Di Banjarmasin, genre breakbeat masih mendominasi. Aku ingin memberikan variasi dengan genre lain," jelasnya.
Peluang Karir yang Terbuka
Menurut Nada, peluang karir bagi female DJ di Banjarmasin masih sangat terbuka lebar, mengingat banyaknya outlet hiburan yang membutuhkan DJ perempuan. Namun, ia juga mengakui adanya stigma negatif yang masih melekat pada profesi ini. Nada bertekad untuk membuktikan bahwa profesi DJ dapat dilakukan dengan cara yang profesional, dengan memperhatikan penampilan dan branding. "Fokus pada tujuan utama untuk menghibur adalah hal yang penting," tambahnya.
Dukungan Keluarga
Beruntung bagi Nada, ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. Pilihan karirnya sebagai DJ didukung karena latar belakangnya yang sebelumnya berada di dunia entertainment, khususnya modeling. "Keluarga sangat mendukung, karena mereka melihat potensi yang ada dalam diri saya," tuturnya.
Harapan untuk Masa Depan
Nada berharap karirnya semakin bersinar dan peluang untuk tampil di berbagai acara semakin lebar. Ia menyatakan bahwa profesi DJ tidak hanya terbatas pada klub, tetapi juga dapat diikutsertakan dalam berbagai acara seperti konser musik dan gathering event. "Semoga karir saya semakin bersinar di masa depan," tutupnya.




