Agil: Lima Tahun Berkontribusi dan Belajar di Masjid Nurul Ashri
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Agil: Lima Tahun Berkontribusi dan Belajar di Masjid Nurul Ashri

RRI.CO.ID, Sleman - Agil menjadi satu dari ratusan relawan yang mengabdi di Masjid Nurul Ashri Deresan, Depok, Sleman. Pemuda asal Malang itu tercatat sebagai relawan mukim yang tinggal di asrama yang disediakan pihak masjid. Tahun ini merupakan tahun kelima ia tinggal di sana.

Awalnya, saat sebelum merantau ke Yogyakarta, Agil sempat mencari informasi tempat tinggal gratis bagi mahasiswa. Dari situlah ia mengetahui bahwa Masjid Nurul Ashri membuka kesempatan tersebut.

Setelah melewati serangkaian seleksi, akhirnya ia mendapatkan kesempatan tinggal di Nurul Ashri secara gratis. Ia pun bersyukur bisa menikmati fasilitas tersebut, meski jarak masjid dengan tempatnya berkuliah di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta terbilang cukup jauh.

"Dulu sebenarnya enggak sengaja karena Masjid Nurul Ashri membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan fasilitas tempat tinggal gratis. Saya notice -nya itu. Dulu kan sebelum ke Yogyakarta dapat info itu, ternyata ikut seleksi alhamdulillah keterima. Pas di Yogyakarta ternyata baru tahu kampusnya ternyata jauh. Ya sudah diterima saja," ujarnya saat ditemui di sela-sela membagikan takjil di Masjid Nurul Ashri, Rabu, 25 Februari 2026.

Agil mengaku bergabung menjadi relawan di Masjid Nurul Ashri sejak awal kuliah, tepat pada masa pandemi Covid-19. Kini, setelah lulus dan bekerja, ia tetap berkontribusi untuk Masjid Nurul Ashri, yang tidak hanya sebuah tempat ibadah tetapi rumah kedua baginya.

"Awalnya tertarik karena fasilitas tempat tinggal gratis. Tapi ternyata banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan," kata Agil.

Selama lima tahun menjadi relawan di Nurul Ashri, ia mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari belajar public speaking, manajemen kegiatan, media, desain, hingga membangun relasi dengan para ustaz yang diundang untuk mengisi kajian. Karena ketekunannya, ia juga sempat dipercaya menjadi ketua relawan hingga 2025.

"Kalau dulu megang ketua relawan tapi tahun 2025 sudah selesai dan sekarang saya juga sudah kerja di tempat lain, jadi sekarang masih transisi. Jadi posisi ketua relawan masih kosong sebenarnya. Kalau sekarang saya bantu di bagian SDM mengelola relawan," ucapnya.

Sama seperti Agil, Miftah Al Risqa juga awalnya bergabung menjadi relawan hingga akhirnya dipercaya menjadi Koordinator Divisi Pendidikan Nurul Ashri. Menurut Miftah, jumlah relawan di sana mencapai 200 orang. Ratusan relawan tersebut terdiri dari relawan tetap dan ada juga relawan yang membantu saat event tertentu saja, seperti bulan Ramadan.

"Masjid itu menyediakan asrama, jadi memang ada relawan yang stay bertempat tinggal di sini," ujar Miftah.