Sentris Media - KOMPAS.com - Keputusan kontroversial dilakukan oleh FIFA usai membebaskan sanksi akumulasi kartu merah saat laga Amerika Serikat vs Bosnia.
Presiden AS Donald Trump disebut ikut melobi FIFA agar Balogun bisa dimainkan pada laga melawan Belgia.
Merujuk kerangan sumber-sumber yang dimiliki, The Guardian melaporkan, Trump melakukan tiga kali komunikasi dengan FIFA sejak Rabu (1/7/2026) waktu setempat.
Tepat pada Minggu (5/7/2026), FIFA secara mengejutkan mengumumkan hukuman larangan bermain Balogun ditangguhkan sehingga sang striker tetap bisa tampil menghadapi Belgia.
Melalui akun Truth Social, Trump mengucapkan terima kasih kepada badan sepak bola dunia tersebut.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan sebuah ketidakadilan besar!" tulis Trump.
Kasus ini mendapat sejumlah perhatian dari sejumlah pihak, termasuk Belgia yang tak menerima kebijakan tersebut.
Donald Trump Mengaku Telepon Presiden FIFA
Presiden Donald Trump mengaku bahwa ada upaya darinya agar Balogun bisa bermain lagi di babak 16 besar.
Upaya tersebut rupanya berhasil setelah FIFA mencabut larangan tersebut dan mengumumkannya di laman resminya.
Melalui keterangannya, Trump memiliki alasan di balik telepon yang ia lakukan kepada Infantino.
Ia merasa jika apa yang dilakukan Balogun bukan merupakan pelanggaran serius.
"Saya meminta peninjauan ulang karena saya tidak berpikir itu pelanggaran. Dua pemain yang berlari dengan kecepatan tinggi bertabrakan satu sama lain, hanya itu," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih dikutip dari A Bola.
"Saya bahkan tidak tahu apa itu kartu merah," jelasnya menekankan bahwa sang presiden tidak paham aturan sepak bola.
Lihat Foto
Tidak Lakukan Tekanan Apapun
Donald Trump memastikan jika ia tidak memberi tekanan apapun kepada Infantino kendati menghubungi lewat telepon.
Ia juga mengaku tidak menyuruh apapun kepada Infantino atas pelanggaran yang terjadi.