Surplus Neraca Dagang Indonesia: AS, India, dan Filipina Jadi Penyumbang Utama
Ekonomi

Surplus Neraca Dagang Indonesia: AS, India, dan Filipina Jadi Penyumbang Utama

Sentris Media - 1. Amerika Serikat sumbang surplus terbesar

BPS mencatat sebagian besar surplus perdagangan berasal dari sektor nonmigas. Tiga negara penyumbang surplus terbesar pada Januari 2026 adalah Amerika Serikat, India, dan Filipina.

Amerika Serikat: surplus 1,81 miliar dolar AS. Komoditas utama penyumbang adalah mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) 0,41 miliar dolar AS, alas kaki (HS 64) 0,23 miliar dolar AS, dan pakaian serta aksesori rajutan (HS 61) 0,21 miliar dolar AS.

India: surplus 1,10 miliar dolar AS. Penyumbang utama yaitu bahan bakar mineral (HS 27) 0,44 miliar dolar AS, lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) 0,37 miliar dolar AS, serta besi dan baja (HS 72) 0,12 miliar dolar AS.

Filipina: surplus 0,69 miliar dolar AS, terutama dari kendaraan dan bagiannya (HS 87) 0,21 miliar dolar AS, bahan bakar mineral (HS 27) 0,19 miliar dolar AS, dan lemak serta minyak hewan/nabati (HS 15) 0,09 miliar dolar AS.

2. China masih sumbang defisit terdalam untuk neraca dagang RI

Meski surplus tercatat, beberapa negara menjadi penyumbang defisit terdalam.

China: defisit 2,62 miliar dolar AS. Penyumbang terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) 1,81 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) 1,70 miliar dolar AS, serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) 0,43 miliar dolar AS.

Australia: defisit 0,84 miliar dolar AS, terutama dari logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) 0,51 miliar dolar AS, serealia (HS 10) 0,16 miliar dolar AS, dan bahan bakar mineral (HS 27) 0,07 miliar dolar AS.

Prancis: defisit 0,47 miliar dolar AS. Penyumbang utama adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) 0,42 miliar dolar AS, mesin dan peralatan mekanis (HS 84) 0,02 miliar dolar AS, serta minyak atsiri, wewangian, dan kosmetik (HS 33) 0,01 miliar dolar AS.

Dengan demikian, meski ada defisit dari beberapa negara, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga, menunjukkan ketahanan ekspor nonmigas di tengah meningkatnya impor barang modal dan bahan baku dari luar negeri.

3. Deretan komoditas penyumbang surplus dan defisit di Januari 2026

Ateng merinci komoditas penyumbang surplus dan defisit neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026. Surplus tetap tercatat, meski nilai beberapa komoditas menunjukkan tren yang berbeda.

Komoditas Penyumbang Surplus Terbesar Januari 2026

Lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15): 3,10 miliar dolar AS

Bahan bakar mineral (HS 27): 2,16 miliar dolar AS

Besi dan baja (HS 72): 1,51 miliar dolar AS

Nikel dan barang daripadanya (HS 75): 1,03 miliar dolar AS

Alas kaki (HS 64): 0,49 miliar dolar AS

Komoditas Penyumbang Defisit Terbesar Januari 2026

You can share this post!