Sentris Media - RUBLIK DEPOK – Aktivitas relawan kemanusiaan yang digerakkan oleh bersama FPI di berbagai wilayah Provinsi kini memasuki tahap lanjutan setelah masa tanggap darurat banjir bandang. Dalam periode 1 hingga 5 Maret 2026, fokus kegiatan tidak lagi semata pada evakuasi dan bantuan darurat, tetapi mulai diarahkan pada fase rehabilitasi fasilitas umum, pemulihan ekonomi masyarakat, serta penyaluran bantuan sosial di bulan Ramadhan.
Sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh masih membutuhkan dukungan intensif, baik dalam bentuk perbaikan sarana ibadah, distribusi air bersih, maupun bantuan kebutuhan pokok. Relawan yang tersebar di berbagai kabupaten bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan bertahap dan menyentuh masyarakat yang paling terdampak.
Kegiatan yang dilaporkan dari berbagai posko wilayah menunjukkan bahwa fase pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga pada penguatan solidaritas sosial melalui kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.
Rehabilitasi Fasilitas Umum Dan Kegiatan Sosial Di Aceh Utara
Di wilayah , khususnya Kecamatan dan , relawan HILMI–FPI memusatkan perhatian pada perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat banjir. Pada 5 Maret 2026, relawan melakukan pengecatan balai desa di Gampong Tanjong Dalam Selatan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat di tingkat desa.
Selain itu, kegiatan rehabilitasi juga dilakukan pada sarana ibadah. Mushalla Tawajjuh dilaporkan telah selesai menjalani perbaikan tambal sulam pada 3 Maret 2026 setelah mengalami kerusakan akibat genangan air dan lumpur. Sementara itu, Mushalla Dayah Rauzatul Muta’alimat juga mendapat bantuan material berupa semen untuk mendukung proses perbaikan bangunan.
Di bidang sosial keagamaan, relawan juga mengadakan kegiatan buka puasa bersama santri di Dayah Nurul Yaqin serta masyarakat yang masih mengungsi di wilayah Buket Linteung. Selain kegiatan tersebut, bantuan berupa kasur, sembako, dan perlengkapan ibadah seperti pakaian shalat turut disalurkan kepada korban banjir yang masih berupaya memulihkan kondisi kehidupan mereka.