Ramadan Jadi Ajang Konsolidasi Ormas dan Relawan untuk Jaga Jakarta
Sentris Media - JAKARTA, LIRANEWS.COM | Ramadan di Ibu Kota kali ini bukan sekadar soal ibadah, melainkan panggung persatuan yang menggetarkan. Gabungan organisasi masyarakat dan relawan menggelar buka puasa bersama bertajuk “Ayo Jaga Jakarta” di Red Top Hotel, Selasa (3/3/2026). Acara ini menjelma menjadi ajang konsolidasi lintas elemen, memperkuat solidaritas, dan meneguhkan komitmen menjaga kondusivitas Jakarta selama Ramadan 1447 Hijriah.
Dengan slogan lantang “Jakarta Gue, Jakarta Loe, Jakarta Kite”, ratusan tokoh dan perwakilan organisasi kemasyarakatan hadir, menjadikan momentum Ramadan sebagai ruang sakral untuk merajut kebersamaan di tengah hiruk pikuk kota metropolitan.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (Bang Japar), Aries Isnan Ridho, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda berbuka puasa, melainkan simbol kebersamaan berbagai unsur masyarakat Jakarta.
“Kegiatan ini merupakan sinergi berbagai elemen masyarakat yang melibatkan organisasi kemasyarakatan dan sayap kepemudaan di Jakarta. Antara lain Bang Japar Indonesia, Pemuda Pemudi Indonesia, Partai Kemerdekaan Rakyat, dan Gerakan Pemuda Ka’bah,” ujar Aries.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan ini diharapkan mampu menyatukan pandangan dalam menjaga harmoni kota. “Momentum Ramadan di Jakarta tidak hanya menjadi waktu ibadah, tetapi juga ajang memperkuat sinergi sosial dan menjaga kondusivitas ibu kota,” tutupnya.
Pemerintah Berpadu Menjaga Harmoni
Kehadiran Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Matsani, yang mewakili Gubernur Pramono Anung, menambah bobot acara. Ia menyampaikan salam dari Gubernur dan apresiasi atas inisiatif para relawan. “Kegiatan konsolidasi yang luar biasa ini merupakan komitmen para relawan untuk terus menjaga Jakarta,” tegasnya.
Matsani menekankan bahwa masyarakat Betawi sebagai tuan rumah Jakarta memiliki kearifan lokal yang religius, santun, terbuka, dan menjunjung tinggi persaudaraan. Nilai-nilai itu, katanya, adalah modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan ibu kota. Ia berjanji Kesbangpol DKI akan terus memperkuat kolaborasi dengan ormas dan relawan demi stabilitas politik daerah dan kokohnya wawasan kebangsaan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Kami berharap relawan yang hadir hari ini terus menjadi mitra strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya,” tandas Matsani, disambut tepuk tangan meriah.
Ramadan pun menjelma menjadi momentum kebangsaan: ruang spiritual yang sekaligus menjadi panggung solidaritas, di mana relawan, ormas, dan pemerintah berpadu menjaga Jakarta tetap damai, harmonis, dan penuh persaudaraan.




