Pertumbuhan Ekonomi Solo 2025 Tembus 5,63%, Ungguli Nasional dan Jateng
Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Solo 2025 Tembus 5,63%, Ungguli Nasional dan Jateng

Sentris Media - Perbesar

Esposin, SOLO – Perekonomian Kota Solo tumbuh positif 5,63% sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi tersebut melampaui nasional di angka 5,11% dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 5,37%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Solo yang mencapai 5,63% pada 2025 sebagian besar didorong oleh beberapa sektor industri.

“Yang paling tinggi sektor informasi dan komunikasi pertumbuhannya sampai 11,29%. Nomor dua tertinggi adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 6,40% pertumbuhannya,” kata dia kepada wartawan di acara Srawung Awak Media Sareng Bank Indonesia Solo di kantor Perwakilan BI Solo, Kamis (5/3/2026).

Kemudian pertumbuhan tertinggi ketiga, kata dia, ditopang sektor akomodasi dan makan minum 6,28%. Sektor tersebut termasuk usaha restoran hingga kafe di Kota Bengawan.

“Kalau dilihat porsinya, yang paling tinggi Produk Domestik Regional Bruto/PDRB, pengeluaran paling tinggi merupakan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga porsinya 4,8%, kemudian, konsumsi lembaga nonprofit, baru konsumsi pemerintah,” ujar dia.

Dia menjelaskan berbagai upaya dilakukan untuk mendorong konsumsi masyarakat, misalnya dengan memudahkan transaksi pembayaran nontunai. Kemudahan layanan itu diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada 2026.

Dia membagi sektor industri menjadi tiga bagian, yakni sektor primer berupa pertanian dan pertambangan. Kemudian sektor sekunder berupa industri pengolahan, serta sektor tersier misalkan akomodasi, makan, minum.

“Seperti hotel, restoran, kafe, restoran, perbankan dan lain seperti itu masuk tersier. Kami melihat lihat hampir di semua kabupaten dan kota yang namanya sektor pertanian itu pertumbuhannya luar biasa tinggi kecuali Surakarta,” jelas dia.

Sektor Pertanian Melambat

Dia mengatakan Kota Solo pertumbuhan sektor pertaniannya justru negatif atau melambat. Sedangkan untuk jasa dan sektor tersier meningkatnya luar biasa.

“Makannya kalau lewat jalan di Solo sampai sore kafe kok penuh ya? Restoran kok penuh ya? Alhamdulillah karena sektor tersier ini yang menjadi salah satu penopang dari ekonomi. Sedangkan daerah-daerah lain yang cukup tinggi pertumbuhan sektor pertanian,” papar dia.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat tumbuh solid sebesar 5,11% secara tahunan (yoy). Ketua Tim Ekonomi dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Didik Nursetyohadi, mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di atas nasional pada 2025 yakni 5,37% untuk Jateng dan 5,11% secara nasional.

Berikut data statistik mengenai pertumbuhan ekonomi Kota Solo yang dipaparkan Perwakilan BI Solo:

Pertumbuhan ekonomi (dalam persen)

Pertumbuhan PDRB 5 lapangan usaha dominan (dalam persen)

Informasi dan komunikasi: 11,29

Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor: 6,40

Penyediaan akomodasi dan makan minum: 6,28

Industri pengolahan: 3,76

Konstruksi: 1,05

Struktur Ekonomi Kota Solo (dalam persen)

You can share this post!