Sentris Media - Berita
Oleh Redaksi Teropongsenayan pada hari
Bagikan Berita ini :
(Sumber foto : )
Teropong Juga:
Pelantikan PB Mathla’ul Anwar 2026-2031, Ketum Jazuli Juwaini Tegaskan Komitmen Transformasi dari Umat untuk Bangsa
Dugaan Penyimpangan, KPK dan Kejagung Didesak Audit Menyeluruh PT PPI
Pemadaman Listrik Bergilir yang Makin Sering Buat Rakyat Resah, Legislator: Sengaja Ada Pembiaran
Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kekeringan, DPR Dorong Peningkatan Infrastruktur Ketahanan Air Nasional
Ketum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini Pimpin Kunjungan Silaturahim ke Jenderal (Purn.) Wiranto
Jakarta – Di tengah dinamika politik pasca-Lebaran, puluhan pengamat nasional dan aktivis demokrasi menggelar pertemuan strategis yang dikemas dalam acara Halal Bihalal di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/26). Pertemuan bertajuk "Sebelum Pengamat Ditertibkan!" ini menjadi panggung pernyataan sikap kolektif merespons wacana Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban pengamat.
1. Intisari Pertemuan: Integritas di Atas Tekanan
Fokus utama pertemuan ini adalah menegaskan posisi para intelektual sebagai kontrol sosial. Ubedilah Badrun, pengamat sosial politik yang menjadi sosok sentral dalam gerakan ini, menegaskan bahwa para pengamat tidak akan mundur meski menghadapi tekanan kekuasaan.
> "Kami akan terus berdiri tegak melawan segala bentuk kekerasan, penindasan, dan upaya pemerintah yang merusak demokrasi. Semuanya kami lakukan secara scientific dan sesuai koridor konstitusi," ujar Ubedilah.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kritik yang dilontarkan bukan sekadar sentimen politik, melainkan hasil analisis berbasis metodologi ilmiah yang dilindungi oleh hak konstitusional warga negara.
2. Perspektif Lintas Disiplin: Hukum, Ekonomi, dan Kebangsaan
Pertemuan tersebut menghadirkan diskursus dari berbagai sudut pandang ahli yang memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi nasional:
* Aspek Konstitusi: Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menyoroti adanya "cacat konstitusional" yang berlanjut sejak proses pemilu. Ia mengkritik pemahaman tata negara rezim saat ini yang dinilai kerap menabrak aturan dasar dan menunjukkan kecenderungan otoriter.
* Aspek Ekonomi: Dipo Satria Ramli memberikan analisis tajam mengenai praktik state capitalism (kapitalisme negara) di Indonesia. Menurutnya, model ini gagal karena tidak dibarengi dengan integritas pejabat yang mumpuni dan tata kelola yang transparan.
* Aspek Patriotisme: Sukidi menegaskan bahwa sikap kritis para pengamat adalah bentuk tertinggi dari rasa cinta tanah air (ekspresi patriotik), bukan upaya untuk merongrong stabilitas negara.
3. Daftar Tokoh yang Hadir
Solidaritas ini dihadiri oleh jajaran pemikir lintas sektor, antara lain:
* Ray Rangkuti & Lucius Karus (Pengamat Politik/Parlemen)
* Saiful Mujani (Ilmuwan Politik/Survei)
* Islah Bahrawi (Keamanan dan Terorisme)
* Danang Widyoko & Almas Syafrina (Anti-Korupsi)
* Tokoh agama dan intelektual lainnya seperti Romo Antonius Setyo Wibowo dan A. Wakil Kamal.
4. Analisis Prediktif: Ancaman Demokrasi ke Depan
Sesi penutup yang disampaikan oleh Islah Bahrawi dan Saiful Mujani memberikan peringatan serius. Mereka memprediksi kemungkinan situasi nasional yang memburuk akibat:
* Kerusakan internal dalam pengelolaan demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).
* Ketidaksiapan respons domestik terhadap dinamika geopolitik global.
* Melemahnya institusi oposisi yang mengakibatkan kekuasaan menjadi tidak terkendali.
Kesimpulan Independen:
Pertemuan di Utan Kayu ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan sebuah sinyal peringatan (early warning) dari kelas menengah intelektual terhadap arah pemerintahan. Para pengamat sepakat bahwa soliditas kekuatan kritis adalah kunci untuk menjaga agar Indonesia tidak tergelincir kembali ke dalam pola kepemimpinan otoriter.
tag: #
Bagikan Berita ini :
Temukan lebih banyak
Daftar Bisnis & Pribadi
Binokuler, Teleskop, & Perangkat Optik
Political
Advertisement
Berita Lainnya
Berita
Pelantikan PB Mathla’ul Anwar 2026-2031, Ketum Jazuli Juwaini Tegaskan Komitmen Transformasi dari Umat untuk Bangsa
Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 21 Jun 2026
BANDUNG (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA), Dr. KH. Jazuli Juwaini, M.A., menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam ...
Berita
Dugaan Penyimpangan, KPK dan Kejagung Didesak Audit Menyeluruh PT PPI
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK), Dendi Budimana, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan ...
Berita
Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kekeringan, DPR Dorong Peningkatan Infrastruktur Ketahanan Air Nasional
Berita
Ketum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini Pimpin Kunjungan Silaturahim ke Jenderal (Purn.) Wiranto
Berita
Soal Data Center, Politikus Gerindra Ingatkan Pemerintah Jaga Ketersediaan Air
Berita
Puan: Pemulihan Pascagempa Sulteng Harus Berorientasi pada Pemulihan Kehidupan Warga
Berita
Empat Kali Penyelundupan Narkoba Digagalkan, Legislator Minta APH Bongkar Sindikat di Lapas
Berita
Ongen: PDIP Patut Dicurigai di Balik Gelombang Aksi Mahasiswa
Berita
Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Layani Aksi Penyampaian Pendapat di Jakarta
Berita
Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan