Nosstress: Musik Folk yang Menyentuh Hati di Tengah Gemuruh Dunia
Nada Tengah

Nosstress: Musik Folk yang Menyentuh Hati di Tengah Gemuruh Dunia

Di tengah perkembangan musik yang dipenuhi dengan dentuman keras dan lirik instan, band folk asal Bali, Nosstress, tetap mampu menarik perhatian pendengar. Band yang digawangi oleh Man Angga dan Guna Warma ini tidak hanya menyajikan musik, tetapi juga menyampaikan cerita tentang kehidupan yang seringkali melupakan pentingnya momen untuk beristirahat.

Baru-baru ini, Nosstress meluncurkan karya-karya terbaru, termasuk single 'Semakin Jauh' yang dirilis pada Januari 2026 dan 'Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh' pada Februari 2025. Melalui lagu-lagu ini, mereka menunjukkan bahwa musik akustik yang sederhana bisa menjadi sarana untuk memberikan kritik yang tajam serta pelukan hangat bagi pendengar yang merasa lelah dengan kehidupan yang serba cepat.

Filosofi Slow Living yang Dekat dengan Warga Solo

Bagi masyarakat Solo yang dikenal dengan budaya 'slow living', filosofi yang diusung oleh Nosstress terasa sangat relevan. Dalam album keenam mereka yang bertajuk 'Lebih Dekat' yang dirilis pada tahun 2024, Nosstress mengambil pendekatan yang sangat sederhana. Mereka lebih memilih untuk mengandalkan kekuatan emosi dalam karya daripada memanfaatkan studio megah.

Guna Warma menjelaskan, "Lagu 'Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh' itu seperti pengingat diri. Di dunia yang menuntut kita serba cepat, terkadang kita lupa memberikan ruang bagi diri sendiri untuk sekadar tumbuh secara alami." Ungkapan ini disampaikan saat peluncuran lagu tersebut pada 14 Februari 2026.

Lagu-Lagu yang Menginspirasi dan Mengajak Berpikir

Sejarah musik Nosstress juga ditandai dengan lagu-lagu legendaris, seperti 'Tanam Saja', yang masih sering dinyanyikan di acara-acara aktivisme lingkungan. Selain itu, album 'Istirahat' mencerminkan betapa rapuhnya mental masyarakat saat menghadapi pandemi dan dampak pasca-pandemi.

Di Solo, geliat musik folk seperti yang dibawakan oleh Nosstress selalu mendapatkan tempat di hati kalangan muda. Karakter musik yang easy listening memudahkan pesan-pesan berat tentang sosial, politik, dan kemanusiaan untuk disampaikan tanpa terkesan menggurui.

You can share this post!