Maluku Siapkan Komoditas Unggulan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis 2026
Ekonomi

Maluku Siapkan Komoditas Unggulan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis 2026

Sentris Media - Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku menyiapkan komoditas unggulan pertanian dan peternakan sebagai langkah konkret mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 di daerah.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, di Ambon, Senin mengatakan kesiapan komoditas lokal menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian 2026 yang digelar di Ambon.

“Pemprov melakukan sinkronisasi program strategis daerah, terutama untuk mendukung MBG dan penguatan pangan lokal. Komoditas seperti sagu, umbi-umbian, telur, daging ayam, sayur dan buah harus kita siapkan dari sekarang, agar daerah benar-benar siap menjadi penopang kebutuhan pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari sisi tanaman pangan, Maluku memiliki sejumlah komoditas unggulan. Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Maluku tahun 2025, produksi padi mencapai sekitar 28 ribu ton gabah kering giling per tahun dengan sentra di Kabupaten Buru dan Seram Bagian Timur.

Kemudian produksi jagung tercatat sekitar 12 ribu ton per tahun, sementara ubi kayu dan ubi jalar mencapai lebih dari 35 ribu ton per tahun yang tersebar di Pulau Seram dan Maluku Tenggara.

Untuk pangan lokal, produksi pati sagu diperkirakan lebih dari 40 ribu ton per tahun, menjadikan Maluku sebagai salah satu sentra sagu di kawasan timur Indonesia.

Di sektor hortikultura, komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, sawi, dan kangkung terus didorong melalui program intensifikasi dan pengembangan kawasan hortikultura guna memenuhi kebutuhan MBG.

Di sektor peternakan, produksi telur ayam ras tercatat sekitar 18 juta butir per tahun, sedangkan produksi daging ayam ras berkisar 6-7 ribu ton per tahun. Populasi sapi potong di Maluku mencapai lebih dari 90 ribu ekor dengan produksi daging sapi 2.667 ton per tahun, yang tersebar di Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat, dan Maluku Barat Daya.

Meski demikian, kata dia, Maluku belum sepenuhnya mandiri untuk beberapa komoditas seperti telur, ayam, bawang merah, dan cabai sehingga masih dipasok dari luar daerah.

Oleh sebab itu pihaknya juga melibatkan para bupati dan wali kota se-Maluku untuk memastikan percepatan program ini berjalan konkret dan terintegrasi dengan kebijakan nasional, sehingga Maluku benar-benar siap menjadi daerah penopang kebutuhan bahan baku MBG pada 2026.

You can share this post!